Maluku Belum Kembangkan Rumput Laut Jenis Gracilaria
Jumat, 24 Desember 2010 08:46 WIB | 605 Views
Peneliti rumput laut dari Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) Ambon, Saleh Papalia, petani rumput laut di Maluku selama ini belum kembangkan rumput laut dari marga Gracilaria (Rhodophyta) yang banyak terdapat di Desa Amet, Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah.
"Rumput laut marga Gracilaria yang memiliki enam jenis itu dapat digunakan untuk membuat berbagai macam kue, diantaranya kue dodol yang rasanya cukup enak," katanya kepada ANTARA di Ambon, Kamis.
Dari hasil penelitian yang dilakukan beberapa waktu lalu, bibit dari rumput ini cukup banyak dijumpai dan berpotensi untuk dikembangkan di perairan Maluku.
Lokasi yang sudah kita teliti untuk pengembangan rumput laut yang bernilai gizi tinggi itu selain di Desa Amet juga di perairan Pulau Ujir , Kabupaten Maluku Tenggara dan sudah dilakukan pengkajian.
"Kalau sampai ada petani yang mau mengembangkan rumput laut yang satu ini tidak akan mengalami kesulitan, karena bibitnya cukup banyak dijumpai di dua peraiaran tersebut.
Papalia menjelaskan, selama ini yang dikembangkan di Maluku rumput laut jenis Eucheuma memang cukup melimpah dan lahannya cukup luas seperti di perairan Seram Bagian Barat, Seram Timur, perairan Pulau Manipa dan Maluku Tenggara.
Memang kegiatan budidaya rumput laut dari berbagai sumberdaya kelautan memerlukan kondisi lingkungan (kualitas air) yang baik, tetapi dalam pelaksanaannya tidaklah mudah, karena kegiatan budidaya itu sendiri ikut berperan dalam menurunkan kualitas lingkungan perairan, sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan seperti adanya penyakit yang dikenal dengan gejala - gejala penyakit (Ice - ice) dan hama lainnya seperti hewan pemangsa (predator) dan biota penempel.
Lain dari penerapan teknologi budidaya rumput laut marga Eucheuma selalu dihadapkan pada beberapa kendala di lapangan, umumnya adalah dari fenomena alam yang terjadi pada saat tertentu maupun dari aktivitas manusia.
Fenomena alam yang terjadi biasanya adalah hama dan penyakit. Hama (biota penempel) yang menyerang tanaman budidaya berasal dari beberapa jenis ikan herbivora. Sedangkan untuk biota penempel adalah dari kelompok algae (Rhodophyta, Chlorophyta, Phaeophyta dan Cyanophyta), kelompok moluska (Ostrea sp, Columbella sp, Ballanus sp), amphipoda, dan tunikata.
Sedangkan gejala-gejala penyakit yang terjadi pada budidaya rumput laut pertama-tama adalah pada thalus tanaman terlihat memutih, berlendir, kemudian secara perlahan-lahan rontok. Disamping kendala tersebut adalah dari aktivitas manusia (nelayan) yang memanfaatkan sumberdaya laut yang tidak mempertimbangkan kelestarian lingkungan.Editor:
COPYRIGHT © 2012