Pencanangan Pembangunan Jembatan Merah Putih Ditunda
Jumat, 12 Agustus 2011 11:18 WIB | 324 Views
Stefano Lilinger
Ambon (Antara Maluku) - Pencanangan pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) di Kota Ambon, Maluku, yang dijadwalkan 19 Agustus 2011 ditunda, karena Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto tidak dapat hadir.
"Pemrov Maluku hari Kamis (11/8) menerima faksimili resmi dari Menteri PU tentang penundaan itu. Jadi pelaksanaanya ditunda hingga 24 Agustus 2011," kata Wakil Gubernur Maluku, Said Assgaff, di Ambon, Jumat.
Menurut Wakil Gubernur (Wagub), penundaan itu disebabkan kegiatan Menteri PU yang padat sesudah peringatan HUT Proklamasi RI ke-66.
"Kegiatan Menteri 18 dan 19 Agustus sangat padat, salah satunya melakukan acara ramah tamah dengan pegawai teladan dari Dinas PU se Indonesia. Karena itu, beliau menjadwalkan pencanangan JMP 24 Agustus," katanya.
Wagub mengungkapkan, acara pencanangan nanti akan dihadiri Wakil Ketua MPR-RI Meilani Leimena.
Selain pencanangan pembangunan JMP, Menteri Djoko Kirmanto juga akan meresmikan patung Pahlawan Nasional Johanis Leimena di pertigaan Jalan, Ir M. Putuhena, kawasan Kampus Universitas Patimura di Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon.
"Ibu Meilani juga hadir menyaksikan acara pencanangan JMP sekaligus peresmian patung ayahnya, pahlawan nasional kita, Johanis Leimena," kata Wagub Assagaff.
Menjawab pertanyaan wartawan, Wagub mengatakan acara pencanangan pembangunan jembatan penghubung Desa Galala, Kecamatan Sirimau dengan Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon itu dipusatkan di kawasan lampu lima Tantui (Kecamatan Sirimau).
Proyek pembangunan JMP ditangani oleh PT Wijaya Karya dengan lama waktu kerja tiga tahun dan biaya diperkirakan sebesar Rp700 miliar.
Anggaran untuk dana awal pembangunan sebesar Rp100 miliar dialokasikan di APBN oleh Kementerian PU.
Panjang JMP mencapai 1.020 meter dengan tinggi 35 meter. Bentuk dan desainnya menggunakan pengaman "cable stayed" yang terdiri atas tiga bagian, masing-masing dengan panjang bentangan 100 meter di bagian tengah Teluk Dalam Ambon.
Sedangkan di sisi utara dan selatan masing-masing 360 meter dengan jarak antarpilar penyangga sepanjang 150 meter, ujarnya.
Lebar jembatan 22,7 meter dibagi menjadi empat lajur kendaraan dua arah, serta dilengkapi trotoar dengan lebar 80cm di bagian sisinya.
JMP berfungsi menghubungkan pusat Kota Ambon dan Poka yang memang direncanakan sebagai kawasan pengembangan ekonomi serta pengembangan wilayah Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, sebagai kota baru.
Selain itu JMP juga akan dijadikan sebagai salah satu objek wisata di Kota Ambon.Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012