Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku mencanangkan program pemusatan latihan daerah (pelatda) Maluku Medali guna mempersiapkan atlet berprestasi menghadapi PON XVIII di Riau tahun 2012.

Pencanangan dilakukan Staf Ahli Gubernur Maluku bidang  pemasyarakatan dan SDM, Azis Latar di Ambon, Kamis petang, dihadiri atlet dan pelatih yang mengikuti program tersebut.

Program pelatda Maluku Medali yang akan berlangsung selama dua tahun merupakan tindak lanjut program Maluku Bangun yang dilakukan menghadapi PON XVI di Kalimantan Timur (Kaltim) 2008 lalu.

"Program Maluku Medali merupakan batu loncatan untuk mencapai puncak prestasi atlet dengan target meraih emas di PON XIX tahun 2016 mendatang," kata Venanlampir.

Program Maluku Medali terdiri dari dua tahap. Tahap pertama dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juli hingga akhir tahun, dan tahap kedua selama 2011.

Tahap pertama diprioritaskan untuk 12 atlet dari empat cabang olahraga yakni atletik (lima atlet), tinju (tiga atlet), taekwondo dua atlet dan dayung satu atlet serta didampingi empat pelatih.

Tujuh atlet di antaranya sedang menjalani pemusatan latihan di Pelatnas jangka panjang. Mereka adalah atlet tekwondo, atletik dan dayung.

"Kami memprioritaskan pembinaan untuk tujuh cabang berprestasi yakni atletik, tinju, taekwondo, dayung, anggar, karate dan selam, karena selama ini menyumbangkan medali bagi Maluku di berbagai event nasional maupun internasional, namun pelatda tahap pertama ini hanya diikuti empat cabang saja," katanya.

 KONI  Maluku berharap melalui program Maluku Medali prestasi daerah ini akan terus meningkat dan para atlet mampu bersaing dan "berbicara banyak" di PON 2012 mendatang.

"Langkah nyata"

Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli Azis Latar, menegakan, program Maluku medali merupakan langkah nyata Koni untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan, sekaligus mendukung pembangunan di bidang olahraga melalui pembinaan atlet dan pelatih berprestasi di daerah ini.

Program ini, katanya, merupakan implementasi dari gerakan nasional "Indonesia Bangkit" untuk membangkitkan kinerja induk organisasi, pelatih dan khususnya atlet agar dalam tiga tahun pertama mampu memacu prestasi olahraga di daerah ini.

Gubernur menegaskan, Maluku medali dititik beratkan pada empat program utama yakni pembinaan atlet inti lapis satu dan dua menuju PON di Riau 2012, peningkatan kualitas pelatih, pemberdayaan pelatih potensial di kabupaten/kota termasuk sasaran, klub dan dojo serta peningkatan frekuensi kompetisi.

"Kita perlu mengakui, bahwa selama ini tidak pernah ada program pebinaan yang komprehensif, handal dan dapat membanggakan. Program Maluku Bangun 2004-2008 sebenarnya cukup bagus, namun masih banyak kekurangan sehingga targer yang dicanangkan tidak tercapai saat itu," katanya.

Sehubungan itu, dia berharap program Maluku medali dan Maluku Emas 2012-2016 mendatang hendaknya tonggak kebangkitan olahraga di Maluku untuk mencapai prestasi optimal seperti diidam-idamkan seluruh lapisan masyarakat di daerah ini.

Editor:
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar