Ambon (Antara Maluku) - Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu meminta media publik untuk memainkan peran strategis dan penting guna menjaga pluralisme dari berbagai bentuk perpecahan.

"Media publik harus memainkan peran dan fungsinya dengan menyajikan berita berimbang guna menjaga dan memelihara pluralisme di tengah masyarakat," ujar Gubernur Ralahalu dalam sambutan tertulis dibacakan Sekda Maluku, Ros Far Far, pada dialog peran tokoh agama dan Media publik mendukung kerukunan hidup umat beragama, di Ambon, Kamis.

Media dan pers juga diminta menjalankan fungsi pengawasan, penyedia informasi yang mendidik, mencerahkan, memberdayakan dan membangun semangat nasionalisme bangsa dan Negara.

Media publik juga dituntut menjadi pioner dalam menciptakan karakter bangsa serta menciptakan kerukunan umat beragama, sekaligus membangun semangat nasionalisme masyarakat yang diimbangi dengan kekuatan membentuk opini publik positif dengan pemberitaan yang berimbang.

"Sebuah berita tidak seimbang dapat menimbulkan multi tafsir yang bias dan dapat menyebabkan gejolak di tengah masyarakat. Indonesia yang memiliki banyak keragaman budaya, agama dan kultur sangat rentan terhadap opini yang bias dan menjerumuskan pada jurang perpecahan," ujar Gubernur.

Pada dialog yang digelar Dinas Infokom Maluku bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika itu, Gubernur Ralahalu juga mengingatkan akan pentingnya peranan tokoh agama mewujudkan kerukunan hidup antarumat.

"Semua komponen terutama tokoh agama dan media publik memiliki peran strategis untuk mewujudkan kerukunan antarumat beragama perdamaian, ketentraman dan keharmonisan di tengah masyarakat," ujarnya.

Ditegaskannya, masing-masing pemeluk agama harus mengutamakan persatuan dan kesatuan serta menghindari perpecahan.

Begitu pun berbagai masalah yang timbul di masyarakat hendaknya tidak dikaitkan dengan agama.

Ia juga meminta tokoh agama untuk memfasilitasi dialog antarumat beragama selebar-lebarnya guna mengkomunikasikan perselesihan yang timbul, mencari titik temu dan menjembatani berbagai kepentingan serta saling menghargai dan menghormati antarpemeluk agama.

"Inilah kunci keselarasan hidup yang harmonis dan berperadaban," katanya.

Ditambahkannya, keaneka ragaman agama dan budaya serta latar belakang suku, ras dan antargolongan merupakan modal dasar besar untuk mendukung pembangunan nasional yang mengutamakan kesejahteraan rakyat, meningkatkan kulitas kehidupan beragama serta membangun jati diri dan budaya bangsa.

"Bila konsep agama secara mendalam dapat dipahami sebagai landasan spiritual, moral dan etika yang diamalkan oleh setiap individu, keluarga serta masyarakat, maka tidak akan berdampak pada pergeseran, perselisihan dan konflik internal maupun antarumat beragama," demikian Gubernur Ralahalu.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar