Semangat kepahlawanan kita semakin lemah dengan maraknya korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) yang merajalela di mana-mana,
Berita Terkait
Ambon (Antara Maluku) - Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, mengatakan, semangat kepahlawanan bangsa Indonesia termasuk di provinsi Maluku sudah semakin lemah, tidak lagi menghargai cita-cita perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan.

"Semangat kepahlawanan kita semakin lemah dengan maraknya korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) yang merajalela di mana-mana," ujarnya, di sela acara tabur bunga di laut, dalam rangka Hari Pahlawan 2011 yang berlangsung di Dermaga Lantamal IX Halong, Ambon, Kamis.

Tabur bunga dihadiri Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI  Suharsono, Kapolda Maluku Brigjen Polisi Syarief Gunawan, Wakil Gubernur Maluku Said Assagaff dan sejumlah undangan.

Menurut Gubernur, tema peringatan Hari Pahlawan 2011, yakni Dengan Semagat Kepahlawanan Kita Bangun Karakter Bangsa, sangat tepat untuk membangkitkan kembali semangat dalam membangun negara.

"Saya kira tema ini tepat sekali di saat berbagai kegiatan pembangunan yang berlangsung saat ini, baik di tingkat nasional maupun daerah," ujar Gubernur.

Melemahnya semangat kepahlawanan telah membuka ruang bagi perbuatan-perbuatan tercela yang tidak mencerminkan perjuangan para pahlwan dalam merebut kemerdekaan demi kemakmuran rakyat.

"Saya kira, untuk memberantas praktek KKN diperlukan sikap yang menghargai dan memaknai semangat perjuangan para pahlawan kita yang telah gugur demi merebut dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Gubernur.

Menurut Gubernur, cita-cita perjuangan para pahlawan perlu dilanjutkan melalui pembangunan karakter bangsa.

Pendidikan karakter bangsa, katanya, harus diajarkan di sekolah-sekolah sejak dini, terutama bagaimana mengajarkan nila-nilai kepahlawanan.

"Saya juga mengajak kita semua untuk  menginstrospeksi diri dengan memperhatikan empat pilar demokrasi yakni UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, sehingga rakyat Indonesia termasuk di Maluku bisa lebih maju, makmur, dan sejahtera di masa datang.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar