Ternate (Antara Maluku) - Manajemen Persiter Ternate, Maluku Utara (Malut), akan menggelar kompetisi antarklub yang diikuti oleh kesebelasan di bawah naungan Persiter Ternate untuk mencari bibit-bibit unggul guna memperkuat Persiter di kancah liga nasional.

"Kami akan menggelar kompetisi lokal pada Desember 2011 yang diikuti oleh klub di bawah naungan Persiter. Dari kompetisi ini diharapkan lahir pemain-pemain berprestasi dan berbakat untuk kemudian memperkuat Persiter," kata Sekretaris Persiter Ternate, Hasbi Yusuf, di Ternate, Selasa.

Menurutnya, klub yang akan ikut kompetisi di bawah naungan Persiter Ternate itu terdiri atas Divisi I dan Divisi II Persiter dengan pemainnya di bawah umur 23 tahun.

Selain itu, kata Hasbi, Persiter mempunyai keinginan kuat agar Persiter tetap ikut kompetisi di bawah naungan PSSI, karena sebagian pendukung Persiter mendesak Manajemen Persiter untuk mengikutkan Persiter di Liga Indonesia, karena Persiter tidak mungkin selamanya  mengharapkan dukungan dana dari APBD Kota Ternate.

"Manajemen Persiter akan mengupayakan untuk kembali aktif mengikuti kompetisi nasional, meskipun harus memulai dari divisi III tahun ini, dengan mengutamakan pemain lokal," kata Hasbi.

Manajemen Persiter Ternate berencana aktif di kancah Liga Indonesia, menyusul adanya keinginan masyarakat agar kesebelasan kebanggaan masyarakat Maluku Utara (Malut) ini bisa mengulang sukses  seperti empat tahun lalu.

Hasbi mengatakan, Persiter memang menghadapi masalah pendanaan, bahkan akibat masalah pendanaan itu, Persiter memutuskan batal ikut Liga Super Indonesia (LSI) sejak tahun 2008.

Namun, manajemen Persiter telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah pendanaan itu, di antaranya dengan membentuk badan pengelola Persiter, yang salah satu tugasnya adalah mencari dukungan dana untuk Persiter.

Persiter Ternate tahun 2007 lolos LSI, namun tahun 2008 tidak bisa lagi mengikuti lagi LSI karena tidak memiliki dana untuk operasional dan mengontrak pemain. PSSI kemudian mendegradasi Persiter Ternate hingga ke Divisi III, karena selama tiga tahun tidak aktif.

Ia menambahkan, Persiter Ternate dulu tidak mengalami kesulitan dana karena Pemkot Ternate selalu mengalokasikan dana untuk klub itu melalui APBD, sedikitnya Rp15 miliar per tahun.

Akan tetapi, kata Hasbi, bantuan itu terhenti setelah adanya larangan dari pemerintah untuk membantu klub sepak bola dari dana APBD.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar