Ambon (Antara Maluku) - Pemerintah provinsi Maluku, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat, menargetkan peresmian Pasar Oleh-Oleh awal 2012.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Maluku, Bustaman Ohorella kepada ANTARA di Ambon, Sabtu, mengatakan, pekerjaan proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 dan 2011 itu saat ini telah rampung 92 persen.

"Pembangunan Pasar Oleh-Oleh sudah 92 persen lebih, tinggal pembersihan saja. Diharapkan akhir tahun sudah selesai semua dan bisa diresminan pada awal 2012," katanya.

Pasar Oleh-Oleh dibangun sebagai sarana atau tempat promosi barang kerajinan Maluku yang sebagian besar masih berskala industri rumahan.

Barang kerajinan itu antara lain kain tenun, kerajinan yang diolah dari hasil hutan dan laut, dan kuliner berciri khas daerah seperti makanan olahan berbahan dasar sagu.

"Segala bentuk hasil karya industri lokal yang berciri khas daerah akan dijual di pasar itu. Tujuannya, agar dibeli wisatawan nusantara maupun mancanegara yang berkunjung ke sini untuk dibawa pulang ke daerah atau negara asal sebagai oleh-oleh," kata Bustaman Ohorella.

Dikatakan, untuk menarik minat para wisatawan itu, maka produk yang akan dijual harus dikemas menarik, kualitasnya bagus dan harganya pun kompetitif agar bisa bersaing dengan barang kerajinan provinsi lain.

Pasar Oleh-Oleh dibangun di atas lahan milik Pemerintah provinsi Maluku seluas 2.800 meter persegi, berlokasi di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, bersebelahan dengan Pasar Higienis.

Struktur bangunan pasar dibangun menyerupai dua huruf  "L" yang saling berhadapan sehingga membentuk "U".

Pekerjaan proyek yang terdiri dari dua bangunan ini ditangani Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, masing-masing dibiayai dari dana APBN dan APBD.  

Pada awal pekerjaan, Pemprov Maluku merencanakan anggaran senilai Rp5 miliar yang bersumber dari APBN 2010 sebesar Rp2 miliar dan APBN 2011 sebesar Rp3 miliar.

Sementara bangunan yang dibiayai dari APBD Kota Ambon sempat dihentikan pekerjaannya dan hingga kini belum rampung karena kendala defisit anggaran yang dialami Pemkot Ambon pada 2010.

Bustaman mengatakan, pihaknya tetap akan meresmikan bangunan yang ditangani Pemprov bila pembangunannya telah rampung, tanpa perlu menunggu pekerjaan gedung milik Pemkot Ambon selesai.

"Kalau pembangunan gedung itu telah selesai, akan segera diresmikan dan diserahkan kepada Pemkot Ambon agar bisa dimanfaatkan secepatnya," katanya.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar