Ramadi, Irak (Antara Maluku) - Sejumlah orang bersenjata membunuh seorang wali kota di provinsi Anbar, Irak barat, ketika ia menimggalkan masjid pada Rabu malam, kata beberapa pejabat.

Saeed Hamdan Ghazal, yang baru saja melaksanakan sholat maghrib di kota Heet, ditembak mati oleh penyerang bersepeda-motor yang berhasil kabur meninggalkan lokasi kejadian, kata dua polisi.

Ghazal tewas seketika dalam serangan itu, kata seorang juru bicara kepolisian dan Iyada al-Nimrawi, deputi kepala kepolisian di kota Heet.

Dalam kekerasan lain pada Rabu, serangan-serangan penembakan di Baghdad dan Irak barat menewaskan lima polisi, termasuk dua orang yang bekerja di departemen anti-teror, kata beberapa pejabat keamanan dan medis.

Rangkaian kekerasan terakhir itu terjadi sekitar tiga pekan setelah pasukan AS menyelesaikan penarikan dari Irak, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak.

Serangan-serangan itu juga berlangsung ketika perselisihan antara pemerintah yang dipimpin orang Syiah dan para pemimpin Sunni menyulut ketegangan sektarian.

Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (Syiah) sejak Desember mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni.

Para ulama Sunni memperingatkan bahwa Maliki sedang mendorong perpecahan sektarian, dan pemrotes memadati jalan-jalan di Samarra, Ramadi, Baiji dan Qaim, banyak dari mereka membawa spanduk mendukung Hashemi dan mengecam pemerintah.

Para pejabat Irak mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Wakil Presiden Tareq al-Hashemi pada Senin (19/12) setelah mereka memperoleh pengakuan yang mengaitkannya dengan kegiatan teroris.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Mayor Jendral Adel Daham mengatakan pada jumpa pers, pengakuan para tersangka yang diidentifikasi sebagai pengawal Hashemi mengaitkan wakil presiden tersebut dengan pembunuhan-pembunuhan dan serangan.

Surat perintah penangkapan itu ditandatangani oleh lima hakim, kata Daham.

Sedikitnya 13 pengawal Hashemi, seorang pemimpin Sunni Arab, ditangkap dalam beberapa pekan terakhir, namun tidak jelas berapa orang yang kini ditahan.

Presiden wilayah otonomi Kurdi Irak Massud Barzani sebelumnya menyerukan perundingan darurat untuk mencegah runtuhnya pemerintah persatuan nasional, dengan memperingatkan bahwa "keadaan sedang mengarah ke krisis yang dalam".

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar