Ambon (Antara Maluku) - Neraca perdagangan luar negeri Maluku pada November 2011 mengalami defisit sebesar 64,33 juta dolar Amerika Serikat.

"Defisitnya neraca perdagangan Maluku akibat realisasi nilai ekspor hanya mencapai 8,74 dolar sedangkan realisasi nilai impornya jauh lebih tinggi sebesar 73,06 juta dolar," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, Edison Ritonga di Ambon, Minggu.

Neraca perdagangan LN Maluku sangat bergantung pada aktifitas ekspor impor kelomok komoditi bahan bakar mineral, sehingga kalau impor kelompok komoditi ini setiap bulan dari Singapura yang sangat besar tidak diimbangi kegiatan ekspor minyak mentah maka selalalu akan terjadi defisit dengan besaran yang terus meningkat.

Apalagi kebutuhan masyarakat Maluku akan premium setiap waktu terus meningkat, seperti periode Januari-November tahun lalu telah dilakukan 12 kali impor kelompok komoditi bahan bakar mineral dengan rata-rata nilai impor mencapai 25,29 juta dolar.

Kondisi ini belum lagi dihitung dengan nilai impor kelompok komoditi kapal laut dan banguna terapung senilai 3,98 juta dolar per sekali impor dan kelompok komoditi gandum-ganduman 2,42 juta dolar untuk sekali kegiatan impor.

Menurut Edison, selama Bulan Januari hingga November 2011 terjadi kegiatan impor kelompok komoditi gandum-ganduman sebanyak empat kali ditambah lima kali kegiatan impor kelompok komoditi kapal laut dan bangunan terapung ke Maluku.

"Sekalipun dilakukan ekpsor komoditi bahan bakar mineral tapi bila komoditi impor yang masuk sangat banyak jumlahnya, apalagi ditunjang dengan nilai yang juga besar maka dapat dipastikan ekspor kelompok komoditi bahan bakar mineral pun akan susah mengimbangi laju nilai impor yang pesat," kata Edison.

Kondisi ini ditunjukkan oleh besarnya defisit neraca perdagangan luar negeri periode januari- November 2011 yang mencapai 182,35 juta dolar, sekalipun dalam Bulan Oktober tahun lalu dilakukan ekspor minyak petroleum mentah.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar