Yangon (Antara Maluku) - Seorang penyanyi hip hop dan seorang tahanan politik yang baru-baru ini dibebaskan di antara para kandidat yang meluncurkan tawaran untuk merebut kursi parlemen di Myanmar bersama pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi, kata partainya Kamis.

Satu daftar dari 48 calon yang diumumkan oleh partai Liga Nasional Suu Kyi untuk Demokrasi (NLD) menunjukkan bahwa partai berencana untuk mengikuti setiap kursi yang tersedia pada pemilu-sela April 1.

Suu Kyi pada Rabu resmi mendaftar untuk pemilu itu, pertama kali yang pernah ia secara pribadi ikuti pemilu.

Pemilu-sela terlihat sebagai ujian utama dari agenda reformasi  baru pemerintah Myanmar yang didukung militer, yang menggantikan kekuasaan militer secara langsung tahun lalu.

Sandar Min, bagian dari kelompok mahasiswa "Generasi 88" yang gagal memimpin pemberontakan 1988  melawan junta, juga ikut berpartisipasi setelah ia dibebaskan sepekan lalu dalam amnesti tahanan politik terpenting di bawah pemerintah baru.

Rekannya dari aktivis Generasi 88 dan mantan tahanan politik, Phyo Min Thein, juga mencalonkan diri dalam pemilu ini.

Penyanyi hip hop Zeya Thaw, yang merupakan bagian dari gerakan pemuda "Gelombang Generasi" yang menganjurkan boikot pemilu November 2010 sampai subversif seni jalanan, puisi dan musik, juga adalah calon lain NLD.

"Tidak akan ada janji. Hal utama adalah untuk mendorong orang turut berpartisipasi dalam proses politik," kata Phyu Phyu Thin, 40 tahun, calon dan anggota lama NLD yang dipimpin Suu Kyi.

Dia mengatakan pembebasan  kelompok pembangkang "Generasi 88", telah "menjadi kekuatan bagi kita".

Partai Suu Kyi memenangkan pemilu pada tahun 1990 secara besar-besaran, sementara ikon demokrasi itu tetap berada di bawah tahanan rumah, namun para jenderal yang berkuasa mengabaikan hasilnya.

Jumlah kursi yang akan diperebutkan dalam pemilihan mendatang tidak cukup untuk mengancam mayoritas mutlak yang dipegang oleh partai berkuasa, namun Suu Kyi yang partisipasi dalam pemilu ini akan menambah kredibilitas legislatif.

Pemenang Nobel Perdamaian itu dibebaskan dari tahanan rumah beberapa hari setelah pemilu 2010, yang dirusak oleh keluhan-keluhan kecurangan dan dengan mudah dimenangkan oleh sekutu militer.

Seperempat kursi parlemen sekarang diambil dan tidak dipilih
oleh pejabat sementara militer, sedangkan Pertai Uni Solidaritas dan Pembangunan (USDP), yang dikuasai oleh mantan tentara, menguasai sekitar 80 persen dari sisanya.

Kampanye pemilu-sela akan dimulai pada 10 Februari.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar