Pemkot Ambon Tertibkan Bangunan Liar Jelang MTQ
Sabtu, 21 Januari 2012 03:52 WIB | 167 Views
Shariva Alaidrus
Ambon (Antara Maluku) - Pemerintah Kota Ambon akan melakukan penertiban bangunan liar di sejumlah kawasan di ibu kota provinsi Maluku, jelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional pada Juni 2012.
"Kami akan fokus melakukan penertiban bangunan liar di beberapa ruas jalan di kota Ambon, khusunya di jalan Jendral Sudirman kawasan Batu Merah, kecamatan Sirimau mulai akhir Januari 2012," kata Wakil Wali Kota Ambon Sam Latuconsina di Ambon, Jumat.
Menurut dia, upaya penertiban ini juga merupakan bagian dari lima program prioritas yang merupakan implementasi dari slogan "Benahi Ambon" untuk jangka waktu lima tahun yakni 2011 -2016.
Lima program prioritas tersebut yakni masalah kebersihan dengan menjadikan kota Ambon bersih pada waktu siang, terang di malam hari serta penataan parkir dan transportasi.
Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat melalui pembenahan aparatur birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik yang sifatnya komunikatif, populis dan biologis.
"Semua ini merupakan bagian untuk membenahi Ambon ke arah yang lebih baik. Semoga apa yang menjadi fokus utama mendapat dukungan dari warga kota," katanya.
Latuconsina mengatakan, bangunan liar seperti rumah penduduk dan tempat usaha sangat menggangu keindahan serta kenyamanan, karena itu harus segera dilakukan penertiban.
"Saya telah berkoordinasi dengan Dinas Tata kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Satuan Polisi Pamong praja (Satpol PP) untuk menertibkan kawasan tersebut," ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan para pemilik rumah, tempat usaha liar yang berada di sejumlah ruas jalan, dan memberikan kesempatan 15 hari untuk memebersihkan kawasan.
"Hasil pertemuan tersebut para warga dikawasan tersebut menyanggupi untuk menata kembali tempat usaha, rumah, maupun bangunan yang tidak diperkenankan untuk ada di daerah publik," ujarnya.
Latuconsina menambahkan, kondisi Ambon semakin kondusif, karena itu diupayakan menghindari timbulnya gejolak antara pemerintah dan masyarakat.
"Kami menjaga jangan sampai ada gejolak, karena masalah seperti ini bila tidak diselesaikan secara persuasif maka akan berdampak buruk bagi keamanan kota," katanya.
Data yang diperoleh menunjukkan sedikitnya bangunan liar yang ada di kawasan tersebut berjumlah 55 bangunan, yang didirikan di atas trotoar, maupun badan jalan.Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012