Teheran (Antara Maluku) - Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad Kamis mengatakan Iran tidak perlu menjual minyaknya ke negara-negara Eropa, kata kantor berita  semi-resmi Mehr.

Uni Eropa pada Senin mengenakan sanksi lebih lanjut terhadap ekspor minyak Iran serta bank sentralnya, satu langkah yang bertujuan untuk meningkatkan tekanan atas program nuklir negara itu.

Sanksi-sanksi tidak bisa menghentikan kemajuan Iran, kata Ahmadinejad ketika berpidato di depan  sekelompok orang di kota Kerman tenggara.

Dia menambahkan bahwa "Kami tidak perlu menjual minyak ke Eropa."

Anggota parlemen Iran Nasser Soudani Rabu mengatakan bahwa dalam langkah pencegahan, parlemen Iran merenungkan rencana untuk mengurangi ekspor minyak ke negara-negara anggota Uni Eropa.

"Para wakil rakyat di Majlis (parlemen) berupaya untuk menyetujui rencana,  yaitu semua negara Eropa yang telah memberlakukan sanksi terhadap Iran tidak akan mampu membeli bahkan setetes minyak dari Iran," kata Soudani, anggota Majlis Iran dari Komisi Energi.

Pada  Kamis, Ahmadinejad juga menyepelekan sanksi pemerintah Barat kepada Bank Sentral Iran sebagai "upaya sia-sia," kata kantor berita resmi IRNA.

Dia mengatakan bahwa sanksi pada Bank Sentral Iran tidak akan bekerja dan pada kenyataannya prakarsa seperti itu tidak berguna, kata laporan IRNA.

Tentang merusak efek sanksi Uni Eropa terhadap Iran, ia mengatakan bahwa total perdagangan luar negeri Iran mencapai 200 miliar dolar AS, dan hanya 24 miliar dolar yang dengan negara-negara Eropa.

"Di masa lalu, sekitar 90 persen perdagangan Iran adalah dengan Eropa, namun saat ini adalah sekitar 10 persen," katanya seperti dikutip media itu.

Uni Eropa saat ini membeli hampir 20 persen dari ekspor minyak mentah Iran, dengan negara-negara seperti Yunani dan Italia yang paling bergantung pada minyak Iran.

Negara-negara Teluk Persia  seperti Arab Saudi telah menawarkan untuk meningkatkan produksinya sendiri untuk mengkompensasi kekurangan yang disebabkan oleh larangan minyak Iran.

Para pejabat Iran telah mengancam untuk menutup Selat strategis Hormuz jika ekspor minyak mereka dikenai sanksi.

Republik Islam sangat bergantung pada ekspor minyak mentah dan produk-produknya untuk pendapatan tahunannya.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar