Ternate (Antara Maluku) - Rehabilitasi hutan dan perkebunan rakyat di lereng Gunung Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara, yang rusak akibat letusan gunung itu pada Desember 2011 membutuhkan dana sekitar Rp20 miliar.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Ternate Yakub Ibrahim mengatakan di Ternate, Jumat, pihaknya telah menyampaikan kebutuhan dana tersebut kepada Pemerintah Kota Ternate untuk diteruskan kepada pemerintah pusat.

Luas areal hutan di lereng Gunung Gamalama yang rusak akibat letusan gunug itu pada Desember 2011 mencapai 1.582 ha, seluas 800 ha di antaranya dalam kondisi rusak berat tersebar di wilayah Blok Timur, di antaranya di Kelurahan Tubo.

Areal perkebunan rakyat berupa cengkih, pala dan tanaman tahunan lain yang rusak akibat letusan gunung itu, menurut Yakub Ibrahim, mencapai 750 ha, sebagian besar di antaranya dipastikan tidak akan panen tahun ini karena bunganya mati akibat terkena abu vulkanik.

Pemerintah pusat diharapkan segera menyalurkan dana untuk merehabilitasi hutan dan tanaman perkebunan rakyat di lereng Gunung Gamalama tersebut karena hutan dan perkebunan rakyat itu selama ini berfungsi sebagai kawasan penyangga bagi Kota Ternate.

"Kalau hutan di lereng gunung tersebut tidak segera direhabilitasi dikhawatirkan Kota Ternate akan menjadi langganan banjir setiap musim hujan, apalagi kemiringan tanah di kawasan hutan itu ada yang 45 derajat," kata Yakub Ibrahim.

Areal hutan yang akan menjadi prioritas rehabilitasi adalah pada daerah aliran sungai yang selama ini menjadi alur aliran lahar dingin letusan Gunung Gamalama, seperti di daerah aliran sungai Tugu Rara di Kelurahan Tubo.

Sebelumnya Wali Kota Ternate Burhan Abdurrahman mengatakan, Pemkot Ternate telah mengusulkan anggaran untuk penanganan pasca-letusan Gunung Gamalama dan banjir lahar dingin ke pemerintah pusat sebesar Rp400 miliar.

Dana tersebut di antaranya untuk rehabilitasi hutan dan perkebunan rakyat di lereng Gunung Gamalama, normalisasi kali aliran yang menjadi alur aliran lahar dingin dan perbaikan rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir lahar dingin pada Desember 2011.

Selain itu, kata Wali Kota, untuk merelokasi sekitar 70 KK warga di sejumlah Kelurahan di Ternate yang kini tidak memiliki rumah lagi karena rumah mereka di bantaran kali hancur diterjang banjir lahar dingin.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar