Ambon (Antara Maluku) - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi semakin memperketat sistem seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guna menghindari pengaruh politik maupun balas jasa.

"Sistem penerimaan CPNS dan promosi PNS dilakukan secara terbuka untuk membatasi pola penerimaan pegawai baru karena pengaruh tim sukses atau faktor lainnya masuk menjadi PNS," kata Menpan Azwar Abubakar di Ambon, Kamis.

Untuk mewujudkan program ini, Kemenpan telah melakukan rapat dengan sepuluh pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jakarta untuk menyusun bank soal dan metoda teknik seleksi.

Menpan menjelaskan, penggunaan sistem komputerisasi khusus untuk akses testing dalam seleksi CPNS ini akan diterapkan, dimana seorang peserta yang masuk ruangan mengikuti seleksi selama dua sampai tiga jam langsung mengetahui hasilnya lulus seleksi atau tidak.

"Jadi begitu seseorang mengikuti tes seleksi penerimaan, bahannya tidak boleh diberikan kepada pejabat lain tapi langsung diumumkan nilainya," katanya.

Diungkapkan, program penerimaan CPNS secara ketat akan dibuka setelah mengetahui persis peta jabatan yang diajukan ke Menpan, agar pegawai baru yang masuk juga disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Sedangkan untuk menjaga profesionalisme PNS dibuat standar kompetensi jabatan, yang mengarahkan penempatan pejabat sesuai bidang ilmu yang dikuasai.

"Ketika saya ke Aceh kemarin, ada 23 kabupaten dan kota ada tiga kepala Dinas PU bukan insinyur teknik/sipil atau arsitek tapi berlatar belakang Sarjana Pertanian, Sarjana Agama dan lainnya Sarjana Ekonomi, dan masalah ini tidak boleh terjadi lagi," kata Menpan Azwar Abubakar.

Menpan menambahkan, kementeriannya juga sedang memetakan jabatan yang ada di pemerintahan.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar