Ambon (Antara Maluku) - Realisasi nilai ekpsor Maluku dari kelompok komoditi ikan dan udang selama bulan Desember 2011 mengalami kenaikan sebesar 25,13 persen.

"Kalau realisasi nilai ekspor Maluku bulan November 2011 sebesar 8,74 juta dolar dan bulan Desember naik menjadi 11,02 juta dolar, namun masih mengalami penurunan 89,96 persen dibanding bulan yang sama 2010," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, Edison Ritonga di Ambon, Senin.

Thailand masih tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar komoditi non migas Maluku dengan menyumbang 6,35 juta dolar atau sekitar 57,59 juta dolar dari total realisasi ekspor selama bulan Desember tahun lalu.

Sedangkan nilai ekspor Maluku untuk periode Januari-Desember 2011 yang terbesar adalah Malaysia senilai 74,92 juta dolar AS karena dipengaruhi penjualan minyak mentah ke negara tetangga ini sebanyak dua kali.

Ritonga menjelaskan, nilai ekspor periode tahun lalu sebesar 164,09 juta dolar dari total volume skepor seberat 250,51 ribu ton, lebih kecil dari periode yang sama tahun 2010 mencapai 168,53 juta dolar atau turun 2,63 persen.

Rata-rata nilai ekspor Maluku selama satu tahun kemarin berada di kisaran 0,65 dolar per kilo gram.

Pelabuhan Ambon masih mendominasi kegiatan ekspor ke luar negeri dan selama tahun 2011, nilainya mencapai 115,51 juta dolar (70,39 persen), pelabuhan Tual 48,58 juta dolar dan bandara internasional Pattimura memberikan kontribusi nilai ekspor kurang dari 0,01 persen.

Selain komoditi ikan dan udang, masih ada komoditi lainnya seperti getah alam, biji pala dan fuli (bunga pala), mutiara, tembaga yang dimurnikan serta kopra.

"Umumnya komoditi ini diekspor dari pelabuhan lain di luar Maluku seperti Tobelo (Maluku Utara), Tanjung Perak Surabaya (Jatim) dan Tanjung Priok, Jakarta," katanya.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar