Ambon (Antara Maluku) - Sebanyak 7.220 ton atau 144.400 zak semen tonasa tiba di Ambon untuk mengisi kekosongan bahan bangunan tersebut di daerah ini sejak Januari 2012.

Semen sudah masuk sejak Sabtu (11/2) sebanyak 4.000 ton dalam bentuk curah yang disimpan di "Silo" dan siap di paking pada lokasi pengantongan semen milik PT Semen Tonasa di kawasan pelabuhan Gudang arang, kelurahan Benteng, kecamatan Nusaniwe.

Manager Pemasaran PT Semen Tonasa untuk Wilayah Maluku dan Maluku Utara Asrul Basri di Ambon, Selasa mengatakan, sebanyak 3.220 ton lainnya dalam bentuk kemasan dan siap dijual di pasaran, didatangkan pihak Distributor semen Tonasa yang berbasis di Ambon yakni PT Dinas Cahaya Abadi.

"Memang 3.220 ton semen itu tidak sekaligus didatangkan ke Ambon tetapi tergantung kapal kontainer dari Surabaya dan menyinggahi pelabuhan Ujungpandang untuk mengangkut jatah semen Maluku," katanya.

Yang jelas semen sudah mulai masuk sejak Sabtu (11/2) bersamaan dengan semen yang berbentuk curah dan kini sudah ada di lokasi pengantongan semen kelurahan Benteng, ujarnya.

Dengan masuknya 7.220 ton semen bisa mengisi kekosongan yang dirasakan selama ini di kota Ambon maupun Maluku pada umumnya.

Kelangkaan semen Tonasa di Ambon terjadi sejak pertengahan Januari 2012 karena arus transportasi dari Makassar menuju Ambon terputus.

Sementara kapal pengangkut semen curah yang selama ini melayani rute Ambon- Makassar sedang menjalani proses perawatan dan tidak ada penggantinya.

Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan semen di Ambon dan Maluku pada umumnya, pihak perusahaan mengalihkan rute kapal curah yang selama ini melayani rute Makassar-Bali diarahkan untuk mengisi kekosongan rute Makassar-Ambon.

Asrul menambahkan, semen yang sudah masuk pelabuhan Ambon ini selain dipasarkan di kota Ambon juga ke sejumlah kabupaten di daerah ini seperti kabupaten Maluku Tengah, kabupaten Sram Bagian Barat, kabupaten Seram Bagian Timur, kabupaten Buru dan kabupaten Buru Selatan.

Terkait harga di tingkat distributor yang mendatangkan dari Ujungpandang Rp60.000 per zak, itu berarti di tingkat pengecer bisa mencapai Rp63.000 per zak.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar