Wakapolri: Penanganan Pelauw Harus Lintas Sektoral
Rabu, 15 Februari 2012 07:16 WIB | 123 Views
Daniel Leonard
Ambon (Antara Maluku) - Wakapolri, Komjen Polisi Nanan Sukarna menegaskan, penanganan masalah sosial yang terjadi di Pelauw, kecamatan Haruku, kabupaten Maluku Tengah harus melibatkan berbagai instansi secara lintas sektoral.
"Kapolda Maluku sejak 2007 sudah menangani kasus Pelauw dan tidak mungkin polisi sendiri yang bisa menyelesaikannya, sebab yang terjadi merupakan masalah sosial yang membutuhkan penanganan bersama. Tapi secara fungsional polisi akan menanganinya secara profesional," kata Wakapolri di Ambon, Selasa.
Persoalan bentrok internal antarmarga di Pelauw sudah terjadi sejak 2007 tapi masih tetap berlanjut hingga Sabtu (11/2) kemarin, mengakibatkan enam orang meninggal dunia, lebih dari 300-an rumah penduduk musnah terbakar, belasan orang luka-luka dan ratusan penduduk mengungsi.
"Bantah pembiaran"
Ketika didesak tentang adanya unsur pembiaran dalam bentrokan Pelauw seperti yang dilansir Komnas HAM Perwakilan Maluku, mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri ini membantahnya.
"Kita lihat bahwa masalah Pelauw itu sudah sejak lama terjadi sehingga tidak hanya kepolisian yang melakukan tindakan antisipatif, tapi perlu kerja sama sinergi dengan Pemda dan TNI untuk bersama-sama mengatasinya," katanya.
"Saya dengar Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu sementara melakukan rapat koordinasi dengan muspida untuk membahas masalah Pelauw," katanya menambahkan.
Wakapolri juga mengakui kunjungan kerjanya ke Polda Maluku untuk mendengarkan paparan Kapolda Brigjen polisi Syarief Gunawan terkait bentrokan di Pelauw, sekaligus mengetahui langkah represif dan preventif apa yang telah ditempuh Kapolda.
"Selain mengunjungi Polda Maluku, kami juga mengagendakan kunjungan kerja ke Polda Sulawesi Utara dan Polda Sulawsi Tengah untuk mengecek kesiapan para Kapolda melaksanakan instruksi yang menjadi komitmen kita bersama waktu Rapim Polri di Jakarta kemarin," tandas Wakapolri.
Wakapolri Nanan Sukarna dalam kesempatan itu juga menyatakan harapannya agar semua pihak bisa menyadarkan masyarakat untuk hidup bersama agar tidak ada lagi anarkisme yang berujung kehancuran.
Sementara Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Syarief Gunawan menyatakan, korban jiwa akan berjatuhan dalam jumlah yang lebih besar kalau memang ada unsur pembiaran.
"Langkah Polda sejak awal adalah mengirimkan pasukan keamanan saat bentrokan terjadi pagi hari dan siangnya ditambah lagu pasukan sehingga jumlahnya ada tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) di Pelauw," kata Kapolda.
Wakapolri didampingi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kaba Harkam) Polri, Komjen Pol Imam Sujarwo, Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol Badrodin Haiti dan Direktur Binmas Baharkam Polri Brigjen Pol Moh Irwan melakukan pertemuan internal dengan pejabat teras Polda Maluku dan para Kapolres selama tiga jam.
Setelah itu, rombongan Wakapolri melanjutkan perjalanan dengan pesawat khusus menuju Polda Sulawesi Utara di kota Manado.Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012