Ambon (Antara Maluku) - Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu meminta Pemerintah Australia tidak mengeluarkan "travel warning" (larangan berpergian) bagi warganya ke daerah ini dengan alasan keamanan yang tidak benar.

"Kami berharap pemerintah Australia mempertimbangkan kondisi daerah ini yang semakin kondusif sebelum mengeluarkan travel warning bagi warganya yang akan berkunjung ke Maluku," kata Ralahalu, dalam pertemuan dengan utusan kedutaan besar Australia di Ambon, Rabu.

Utusan kedubes Australia tersebut masing-masing Sekretaris I Bidang Politik, Daniel Rantzen dan Sekretaris II Bidang Politik, Fleur Hamilton.

Menyangkut serangkaian bentrokan yang terjadi akhir-akhir ini, menurut Ralahalu, hanya insiden antardesa dan tidak meluas seperti konflik yang terjadi pada 1999.

"Kalau pun ada konflik itu hanya antarkomunal atau antardesa dan tidak meluas. Secara umum kondisi Maluku kondusif dan aman serta masyarakatnya hidup rukun," katanya.

Gubernur juga menegaskan bahwa kesadaran masyarakat Maluku pada umumnya semakin tinggi dan tidak ingin lagi berkonflik seperti yang terjadi tahun 1999, karena dampaknya menyengsarakan.

"Memang masih ada insiden bentrokan antarakelompok, misalnya antara negeri bertetangga Portho-Haria, serta insiden terakhir yakni di Desa Pelauw kabupaten Maluku Tengah," ujarnya.

Meski demikian, kata Gubernur, warga negara asing tidak perlu takut berkunjung ke Maluku karena situasi  keamanan tetap kondusif.

MTQ dan Anzac Day

Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah staf pemprov Maluku itu, Gubernur Ralahalu juga memaparkan kesiapan Maluku untuk menjadi tuan rumah MTQ ke-XXIV tingkat Nasional yang akan berlangsung di Ambon, Juli 2012.

"Seluruh masyarakat Maluku bertekad menyukseskan pelaksanaan even akbar tersebut guna wujudkan keharmonisan hidup orang basudara (bersaudara) yang terbingkai dalam budaya leluhur Pela-Gandong," katanya.

Gubernur juga meminta pemerintah Australia untuk memfasilitasi peringatan Anzac Day (peristiwa gugurnya tentara Australia dalam Perang Dunia II) di Ambon yang sempat terhenti saat konflik, sehingga semakin memperat hubungan kerja sama antara kedua negara.

Pemerintah Australia diminta untuk meningkatkan pemberian beasiswa kepada mahasiswa asal Maluku untuk melanjutkan studi di negara Kanguru tersebut.

Sekretaris I Bidang Politik Kedubes Australia, Daniel Rantzen maupun Sekretaris II Bidang Politik Kedubes Australia, Fleur Hamilton mengaku kagum dengan kondisi keamanan di Ambon dan Maluku yang semakin kondusif dan masyarakatnya telah kembali hidup rukun dalam persaudaraan.

Mereka juga menyambut gembira berbagai persiapan yang telah dilakukan Pemprov dan Masyarakat maluku untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional yang direncanakan dibuka Presiden Susilo Bambang Yuhoyono (SBY).

"Kami kagum dengan kesiapan pemerintah dan masyarakat Maluku menyukseskan MTQ," kata Fleur Hamilton.

Ia menegaskan, hasil pertemuan dengan Gubernur dan jajaran Pemprov Maluku akan disampaikan ke Kedutan Besar maupun Pemerintah Australia.

"Kami yakin berbagai masukan yang diperoleh dari Gubernur Ralahalu akan direspon oleh Pemrintah Australia, mengingat hubungan diplomatik antara ke dua negara sudah terjalin erat salah satunya melalui kerja sama kota kembar (sister city) antara kota Darwin (Australia Utara) dan Ambon," ujarnya.

Hamilton menambahkan, kedatangannya ke Ambon guna mengecek kondisi keamanan dan politik di Maluku serta bertemu jajaran pemprov Maluku.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar