Nusa Dua (Antara) - Indonesia berkomitmen mewujudkan sistem peradilan yang terhormat, terpercaya dan memiliki jaminan kepastian hukum.

Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya saat membuka Sidang Umum Asosiasi Hukum ASEAN ke-11 di Nusa Dua, Kamis, merujuk pada sistem peradilan yang bebas suap dan praktik- praktik korup lainnya.

"Kami sangat sadar bahwa reformasi hukum adalah bagian penting dalam upaya untuk mewujudkan komunitas yang stabil dan adil," katanya.

Komitmen itu, kata Presiden, diwujudkan dengan antara lain mengajukan para hakim dan praktisi hukum yang melanggar aturan ke meja hijau atau pengadilan serta dihukum sesuai kesalahannya.

Kepala Negara  menyebut itu sebagai hal baru dalam sejarah Indonesia sekalipun masih banyak lagi yang perlu dilakukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

"Kami tidak dapat menyelesaikan reformasi hukum dalam satu malam. Namun dengan bantuan Tuhan dan dukungan rakyat, Indonesia akan mencapai target ini dengan penuh percaya diri," katanya.

Seusai membuka acara tersebut, Kepala Negara bertolak menuju Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan panen raya di Desa Bener, Kecamatan Ngerampal, Sragen, pada Jumat pagi.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Bali dan Jawa Tengah adalah Ibu Ani Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar