BNNP Maluku Kunjungi Kampus dan Sekolah
Kamis, 16 Februari 2012 21:00 WIB | 145 Views
Rosni Marasabessy
Ambon (Antara Maluku) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku mengagendakan kunjungan ke sejumlah kampus dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat di Kota Ambon untuk menyosialisasikan bahaya penggunaan narkoba di kalangan pemuda.
Kepala BNN Maluku, Benny Pattiasina kepada ANTARA di Ambon, Kamis, mengatakan, sosialisasi tersebut dalam rangka menekan angka pengguna narkoba di kalangan pemuda di daerah itu yang sudah mencapai kondisi memprihatinkan.
"Dari segi pengguna, Maluku menempati posisi ketiga tertinggi secara nasional. Sedangkan bila dilihat dari kelompok pemuda, pelajar dan mahasiswa berada di posisi kedua," kata Pattiasina.
Dia mengatakan, sosialisasi itu akan diprioritaskan kepada para siswa kelas III, sebelum Ujian Nasinal (UN) dilaksanakan.
Sedangkan kegiatan di kampus-kampus akan berlangsung awal April.
Pattiasina mengatakan, untuk kegiatan tersebut, pihaknya hanya melibatkan tenaga kontrak BNNP yang terdiri dari para dokter, psikiater, apoteker dan tenaga penyuluh.
Sebanyak delapan kampus dan 40 SMA/sederajat di Kota Ambon dan sekitarnya akan mendapat sosialisasi terkait Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Kegiatan yang dibiayai dari dana APBN itu merupakan kerjasama BNNP dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pendidikan setempat.
"Kegiatan ini dibiayai dari dana APBN. Kami berharap ada bantuan dana dari APBD agar bisa dilanjutkan ke daerah-daerah supaya informasinya tersebar merata," ujar Pattiasina.
Dia berharap, tidak ada dikotomi soal dana pusat dan daerah karena kegiatan yang diprogramkan itu tujuannya untuk kepentingan masyarakat Maluku.
"Pemerintah daerah harus mendukung program P4GN ini karena tujuannya untuk kepentingan masyarakat Maluku," katanya.
Dia juga berharap Dinas Pendidikan melalui sekolah-sekolah dapat mengawasi secara ketat perilaku siswa-siswanya agar tidak sampai jatuh kepada kenikmatan sesaat narkoba yang justru hanya akan merugikan mereka secara fisik mupun psikis.
Selain itu, pihak sekolah diharapkan membuat silabus khusus berisi pesan-pesan anti narkoba yang bisa masuk dalam kurikulum pengajaran.
"Kejahatan narkoba ini salah satu penyebabnya adalah masalah perilaku, budi pekerti. Jadi kami berharap pesan-pesan anti narkoba bisa masuk dalam kurikulum agar menjadi perhatian siswa," katanya.Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012