BNNP Maluku - Dishub Kerja Sama Awasi Narkoba
Sabtu, 18 Februari 2012 19:50 WIB | 115 Views
Rosni Marasabessy
Ambon (Antara Maluku) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku menjalin koordinasi dan kerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat terkait pengawasan jalur masuk narkoba ke daerah itu melalui laut.
Kepala BNNP Maluku, Benny Pattiasina kepada ANTARA di Ambon, Sabtu, mengatakan, wilayah Maluku yang berkarakteristik kepulauan dengan luas laut 92,4 persen, menyebabkan pintu masuk narkoba melalui jalur itu sangat tinggi.
"Pintu masuk melalui jaur laut di Maluku ini sangat banyak. Ada 30 pelabuhan kapal, 32 pelabuhan kapal ferry dan banyak sekali pelabuhan untuk kapal-kapal kecil atau tradisional. Itu sebabnya kami berkoordinasi lintas program, lintas sektor untuk mengawasi masuknya narkoba yang kemungkinan besar melalui laut," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya berpedoman pada peraturan bersama yang dibuat Kepala BNN, Gories Mere dengan Menteri Perhubungan, E. E. Mangindaan di Jakarta, akhir Januari lalu, tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) untuk transportasi darat, laut, udara, dan kereta api.
Dia berharap, kerjasama dengan Dishub itu dapat memperketat pengawasan di setiap pintu masuk baik pelabuhan resmi maupun tradisional agar dapat menekan tingkat distribusi dan penggunaan narkoba di Maluku.
Saat ini Provinsi Maluku menempati posisi ketiga tertinggi nasional untuk kategori pengguna secara umum. Sedangkan dari kelompok pemuda, pelajar dan mahasiswa berada pada urutan kedua, setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara dari segi distribusi, daerah yang juga dikenal dengan sebutan provinsi seribu pulau itu menempati urutan ke-14.
Benny Pattiasina mengatakan, dengan banyaknya pintu masuk itu memberikan ruang yang sangat besar bagi penyaluran narkoba di Maluku. Apalagi daerah itu berbatasan langsung dengan negara lain, yakni Timor Leste dan Australia, kendati memang belum pernah ditemukan narkoba yang dipasok Warga Negara Asing (WNA) ke Maluku.
Dikatakan, untuk bisa masuk ke satu wilayah, pengedar narkoba biasanya mengunakan pola zig-zag agar terhindar dari pengamatan dan penangkapan. Mereka masuk melalui jalur-jalur yang pengawasannya lemah.
"Narkoba ini seperti fenomena gunung es, tertangkap satu tapi masih banyak yang tersembunyi," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya juga telah mengusulkan rencana strategis berupa upaya dan langkah-langkah P4GN ke BNN di Jakarta dan kini sedang menunggu realisasinya.
Dia berharap, renstra tersebut segera direspons BNN agar program yang telah mereka susun bisa segera dijalankan.Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012