Jakarta (Antara Maluku) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Ekmeleddin Ihsanoglu menilai Indonesia merupakan negara dengan populasi Islam terbesar di dunia yang mampu menegakkan demokrasi dan hak asasi manusia.

"Indonesia merupakan negara yang mampu menegakkan demokrasi dan HAM, dan kemudian mewujudkannya ke dalam pembangunan ekonomi," kata Ekmeleddin Ihsanoglu, saat pembukaan pertemuan perdana Komisi Independen Permanen Hak Asasi Manusia OKI di Jakarta, Senin.

Dipilihnya Indonesia menjadi tuan rumah, lanjut dia, tak lepas dari kesuksesan Indonesia dalam menjunjung tinggi nilai HAM dan demokrasi sejalan dengan nilai Islam.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Wardana mengatakan Indonesia telah memberikan pelajaran berharga dalam menegakkan HAM.

"Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan beranekaragam. Kami telah melewati krisis menggoyahkan perekonomian kami pada 1998, ancaman separatis, konflik antaragama dan suku. Semuanya itu terbukti bisa diatasi dengan menerapkan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia," kata Wardana.

Wardana juga menyatakan perjalanan yang dilalui Indonesia tidak selamanya mudah. Oleh karena itu, pantas jika Indonesia menjadi negara percontohan dimana Islam, modern dan demokrasi dapat berjalan pada waktu yang sama.

Wamenlu mengharapkan keberadaan Komisi HAM itu bisa menjadi salah satu kekuatan pendorong dari proses reformasi, yang dapat mengubah organisasi itu menjadi lebih efektif dalam mengatasi tantangan ke depannya.

Komisi Independen Permanen HAM OKI dibentuk pada pertengahan 2010 di Kazakhstan. Komisi itu bertugas melakukan pemantauan dan memastikan penerapannya di negara-negara anggota. Pertemuan Komisi HAM OKI kali ini dihadiri 18 ahli dari 57 negara anggota OKI, termasuk Indonesia.

OKI adalah organisasi internasional nonmiliter yang didirikan di Rabat, Maroko pada 25 September 1969. Organisasi itu memiliki 57 negara anggota dan memiliki perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

OKI ditujukan sebagai wadah bagi komunitas Islam berkumpul, solidaritas dan memajukan hak asasi manusia.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar