Konflik di Maluku terjadi antara lain akibat masalah kepemilikan tanah, tapal batas dan perebutan sumber ekonomi
Berita Terkait
Ambon (Antara Maluku) - Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu menyatakan kondisi keamanan di daerah ini masih dalam keadaan aman dan terkendali.

"Ada konflik di beberapa tempat namun dapat diselesaikan dengan baik secara arif dan bijaksana," kata Gubernur Ralahalu di Ambon, Selasa.

Pernyatan gubernur ini disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Iwan Risakotta pada diskusi yang diselenggarakan Tim Lemhanas RI.

Tema diskusi adalah sinergitas pencegahan konflik komunal guna mencegah disintegrasi bangsa dalam rangka ketahanan nasional.

Menurut Karel, konflik yang terjadi saat ini hanya konflik komunal antardesa, antarkelompok pendukung aliran keagamaan, antarkelompok kepentingan politik, antarpemuda, antarkelompok kepentingan ekonomi dan sebagainya.

"Bentuk konflik tersebut umumnya tersegmentasi dalam kelompok-kelompok yang ekslusif dan terlokalisasi pada batasan wilayah sehingga tidak berpengaruh ke wilayah lain," katanya.

Gubernur mengatakan dalam konflik komunal sering muncul penggunaan simbol desa, marga dan agama sebagai pemicu.

"Penyebab konflik komunal di Maluku yang sering terjadi antara lain masalah kepemilikan tanah, tapal batas dan perebutan sumber ekonomi," katanya.

Selain itu, konflik pemilihan kepala desa, anggota legislatif, perebutan hak-hak adat, kenakalan remaja dan minuman keras.

"Karena itu, pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah yakni melakukan dialog dengan pihak-pihak yang berkonflik juga melibatkan aparat keamanan untuk penghentian dan pencegahan agar konflik tidak meluas," katanya.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar