Ternate (Antara Maluku) - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat jumlah penduduk miskin di daerah itu pada September 2013 mencapai 85.820 ribu orang (7,64 persen), bertambah sekitar 2.380 orang (0,13) persen dibandingkan data Maret 2013.

"Data penduduk miskin pada Maret 2013 tercatat sebesar 83,44 ribu orang (7,50 persen)," kata Kepala BPS Malut M Habibullah di Ternate, Jumat.

Selama periode Maret 2013-September 2013, penduduk miskin di daerah perkotaan meningkat sekitar 1.900 orang (dari 9,19 ribu orang pada Maret 2013 menjadi 11,06 ribu orang pada September 2013), sedangkan di daerah perdesaan bertambah sekitar lima ratus orang (dari 74,25 ribu orang pada Maret 2013 menjadi 74,77 ribu orang pada September 2013).

"Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2013 sebesar 2,99 persen, meningkat menjadi 3,56 persen pada September 2013. Sedangkan persentase penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami penurunan, yaitu dari 9,22 persen pada Maret 2013 menjadi 9,20 persen pada September 2013," katanya.

Ia mengatakan peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi non makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada September 2013, sumbangan garis gemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 78,54 persen, tidak jauh berbeda dengan Maret 2013 yang sebesar 78,39 persen.

Dari catatan BPS Malut, selama periode Maret 2013-September 2013, Indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan Indeks keparahan kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan mengalami peningkatan.

Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin menjauhi garis gemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin besar.

Selain itu, BPS Malut juga mencatat perkembangan Tingkat Kemiskinan di Malut Maret 2008 - September 2013, persentase penduduk miskin di Maluku Utara selama periode enam tahun terakhir (2008-2013) terus mengalami penurunan.

Sedangkan dari sisi jumlah, mengalami penurunan selama Maret 2008 hingga September 2012. Kondisi ini terjadi baik di daerah perkotaan maupun di daerah perdesaan. Untuk daerah perkotaan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2008 tercatat 9,03 ribu orang, turun menjadi 7,56 ribu orang pada Maret 2012, dan selanjutnya naik menjadi 8,74 ribu orang pada September 2012 dan kembali naik menjadi 11,06 ribu orang pada September 2013.

"Kalau untuk di daerah perdesaan, jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan, pada Maret 2008 tercatat sebanyak 96,02 ribu orang, turun menjadi 89,22 ribu orang pada Maret 2011, dan naik menjadi 98,53 ribu orang pada September 2011, kemudian pada September 2013 turun menjadi 74,77 ribu orang," ujarnya.

Editor: John Nikita
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar