Jumat, 20 Oktober 2017

Pemkab Malra "launching" Festival Meti Kei 2017

id Meti Kei
Pemkab Malra
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Roy Rahajaan (Siprianus Yanyaan)
Langgur, Maluku Tenggara, 17/5 (Antara Maluku) - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) akan mempresentasikan dan sekaligus melakukan "launching" nasional penyelenggaraan Festival Meti Kei 2017 di Jakarta, pekan depan.

"Tanggal 23 Mei kita akan presentasikan rencana kegiatan ini di Kementerian Pariwisata dan Sekretariat Kepresidenan di Jakarta," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Roy Rahajaan di Langgur, Rabu.

Ia mengatakan, menjelang Festival Meti Kei 2017 akan ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, antara lain Wonderful Sail pada bulan Juli, melibatkan 100 kapal wisatawan yang akan masuk ke kepulauan Kei.

Selanjutnya, pada 1-8 Oktober digelar Bali Kei, dimana ada lomba yang dilaksanakan oleh pihak ketiga.

"Bali Kei ini pembukaannya di Bali, sedangkan kegiatannya di Kei dan melibatkan wisatawan lokal, nasional dan mancanegara," kata Roy.

Puncak acara Festival Meti Kei dijadwalkan tanggal 22 oktober 2017, dan akan dimeriahkan Lomba Triatlon yang diselenggarakan oleh Kodam XVI/Pattimura.

"Rencananya Presiden Joko Widodo akan hadir pada puncak acara. Kita sudah siapkan beberapa potensi wisata yang akan dipresentasikan di Kementerian Pariwisata dan Sekertariat Kepresidenan," kata Roy.

Disinggung kerja sama dengan Pemerintah Kota Tual, ia menyatakan pengembangan pariwisata Malra menggunakan konsep membangun pariwisata Kei, yang tidak membedakan potensi di Kota maupun Kabupaten.

"Karena konteks kita adalah sama-sama menggunakan adat istiadat, bahasa yang sama, sehingga seluruh potensi yang ada di Kei kita kembangkan bersama," katanya.

Festival Meti Kei pertama kali diselenggarakan pada tahun 2016.

Menurut Roy, festival tahun ini berbeda dari tahun lalu, antara lain adanya lomba perahu belang yang akan dihidupkan kembali, setelah puluhan tahun tidak digelar.

"Tahun ini kita juga memberikan penguatan bahasa Inggris bagi SDM di tempat-tempat wisata, lewat les gratis yang diberikan oleh tenaga pengajar dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan," katanya.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga