Kamis, 17 Agustus 2017

Lantamal IX/Ambon Latih Mahasiswa Poltekes Kemenkes Maluku

id Lantamal IX
Ambon, 19/5 (Antara Maluku) - Rumkital dr.F.X. Suhardjo Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX/Ambon melatih 140 mahasiswa Poltekes Kemenkes Maluku melakukan praktik evakuasi medis laut, Kamis.

140 mahasiswa D-3 Program Studi Keperawatan Poltekes Kemenkes Maluku tersebut, dilatih langsung oleh Tim Evakuasi Medis Laut Lantamal IX/Ambon yang juga petugas medis profesional di Rumkital dr.F.X. Suhardjo.

Dalam pelaksanaan praktik lapangan yang digelar di kolam renang Tirta Loka Lantamal IX/Ambon, para mahasiswa diajari cara menyelamatkan korban tenggelam secara perorangan dengan jarak berenang sejauh 20 meter.

Kemudian dilanjutkan dengan teknik evakuasi secara tim, yakni satu orang berenang terlebih dahulu untuk menolong korban agar tidak tenggelam lebih lama, lalu tiga orang lainnya menyusul membawa tandu air untuk mengangkut korban ke tepian agar segera mendapatkan penanganan medis.

Kepala Rumkital dr.F.X. Suhardjo Letkol Laut (K) dr. Hisnindarsyah mengatakan sebagian besar wilayah Maluku terdiri dari lautan, karena itu diperlukan peningkatan sumber daya lokal di bidang kesehatan kelautan.

Karena itu, pelatihan evakuasi medis laut dibutuhkan guna wewujudkan para mahasiswa kesehatan menjadi profesional yang produktif, kreatif dan inovatif, serta berwawasan kebaharian.

"Wilayah Maluku ini sebagian besar adalah lautan, tidak menutup kemungkinan adanya kebutuhan pertolongan terhadap korban kecelakaan di laut maupun tenggelam," katanya.

Sebelum melaksanakan praktik evakuasi medis laut, para mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan materi dan penjelasan cara-cara mempraktikan penyelamatan korban tenggelam maupun kecelakaan laut.

Selain itu, mereka juga diberikan materi pengetahuan tentang terapi oksogen hiperbarik langsung di Chamber Hyperbaric Pulau Pombo Rumkital dr. F.X. Suhardjo.

Saat ini Rumkital dr. F.X. Suhardjo tercatat sebagai satu-satunya rumah sakit di wilayah Maluku dan Maluku Utara yang memiliki peralatan terapi oksigen hiperbarik, yang bukan hanya bisa digunakan untuk "decompresion sickness" tapi juga untuk perawatan kulit. 

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga