Jumat, 20 Oktober 2017

ASDP Ambon Siapkan Sembilan Kapal Feri

id ASDP, Ambon
Ambon, 19/5 (Antara Maluku) - PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Ambon menyiapkan sembilan kapal feri untuk melanyani arus penumpang mudik Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah.

Manager Usaha PT ASDP Cabang Ambon Burhan Fernatubun, Jumat, mengungkapkan sembilan kapal feri yang disiapkan tersebut, tiga di antaranya disiagakan di pelabuhan Hunimua, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), menuju pelabuhan Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Tiga kapal tersebut yakni KMP Terubuk, KMP Roka Tenda dan KMP Inalika.

"Alhamdulilah tahun ini ASDP telah menyiapkan sembilan kapal, sedangkan tahun lalu hanya delapan kapal," katanya.

Selanjutnya, untuk lintasan pelabuhan Galala Kota Ambon - pelabuhan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) disiagakan KMP Dolosi. Lintasan ini baru dioperasikan sejak April 2017.

Sedangkan lintasan Galala - Namlea dilayani KMP Temi dan KMP Wayangan, lintasan Waai-Uniputi-Nalahia-Amahei dilayani KMP Samandar, sedangkan untuk menghubungi pulau Seram dan pulau Saparua, dilayani KMP Layur.

"Pada prinsipnya kapal-kapal tersebut siap dan layak beroperasi," kata Burhan.

Disinggung antisipasi aksi pencurian, baik di pelabuhan maupun di atas kapal, ia menyatakan pihaknya telah memasang closed-circuit television (CCTv) atau kamera pengintai terintegrasi di sejumlah kapal.

"CCTv dipasang untuk memantau pergerakan penumpang di area pelabuhan dan dalam kapal, selain guna meningkatkan keamanan," katanya.

Di dalam kapal, kamera dipasang di kamar mesin, pinggir kapal, ruang penumpang kelas ekonomi dan VIP sehingga nahkoda bisa memantau secara rutin kondisi masing-masing bagian tersebut.

"Kalau dalam pantauan di CCTv ada penumpang yang bersandar di pagar kapal bisa diingatkan langsung, hal ini untuk meminimalisir kecelakaan di kapal feri," jelasnya.

Disinggung juga praktek pungutan liar (Pungli) dan calo di pelabuhan, Burhan menegaskan saat ini tidak ada praktek Pungli, karena sudah diawasi secara ketat, sesuai dengan Peraturan Presdien Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2016 Tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

"Alhamdulilah, sampai saat ini tidak ada keluhan masyarakat terhadap praktek pungli di pelabuhan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tandasnya.

Menurut dia, kalau masih ada praktek pungutan liar di pelabuhan, diminta calon penumpang maupun penumpang harus melaporkan kepada pihak manajemen ASDP dengan data-data yang lengkap, kalau terbukti ada petugas yang terlibat pungli dipecat.

Ia menambahkan, sejumlah kapal yang disiapkan itu, selain mengangkut penumpang, juga mengangkut kebutuhan pokok masyarakat terutama untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan maupun pada Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga