Jumat, 18 Agustus 2017

Nono: Pers Bertanggung Jawab Jaga Keutuhan NKRI

id Pers, Nono Sampono
Nono: Pers Bertanggung Jawab Jaga Keutuhan NKRI
Anggota DPD RI Nono Sampono (Marcel Kuhurima)
Ambon, 30/7 (Antara Maluku) - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, Nono Sampono menegaskan, insan pers ikut bertanggung jawab untuk menjaga dan mengawal keutuhan bangsa dan negara dalam bingkai Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI) dari ancaman disintegrasi.

"Insan pers juga ikut bertanggung jawab untuk mengawal dan menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan dan berbagai bentuk ancaman yang mengarah pada disintegrasi bangsa," katanya, saat sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada puluhan wartawan media cetak dan elektronik di Ambon, Minggu petang.

Menurut Senator asal provinsi Maluku tersebut, NKRI, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika merupakan "harga mati" dan jati diri seluruh bangsa Indonesia, sehingga perlu dijaga dan disosialisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dia memandang sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada kalangan wartawan di Ambon dan Maluku sangat penting, mengingat begitu besarnya peranan dan tanggung jawab insan pers dalam menyebarluaskan berbagai informasi tentang kehidupan berbangsa dan bernegara kepada masyarakat.

Insan pers juga dipandang bertanggung jawab untuk menyebarluaskan informasi dan sosialisasi tentang empat pilar kebangsaan dengan menyebarkan informasi yang benar tentang berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Menurutnya, sosialisasi empat pilar kebangsaan perlu dilakukan terus menerus hingga menjangkau seluruh komponen masyarakat, sehingga terbangun kesadaran bersama untuk mengawal dan menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara dari berbagai aksi yang mengarah pada titik disintegrasi.

Nono juga mengibaratkan sosialisasi empat pilar kebangsaan sama seperti umar beragama ke mesjid dan gereja untuk mendengarkan khotbah dari pendeta dan imam, bahkan juga sama seperti telepon genggam yang harus dicash ulang jika batrenya habis.

"Sering kali kita menganggap empat pilar kebangssan adalah hal yang biasa dan sudah diketahui, padahal pemahaman dan pemantapannya perlu dilakukan terus menerus melalui berbagai kegiatan sosialisasi, sehingga semua orang menjadi pengerti dan memahaminya sebagai dasar utama berbangsa dan bernegara," katanya.

Dia juga mengingatkan kalangan pers di tentang bermunculan golongan orang-orang yang mulai merongrong eksistensi NKRI, Pancasila Kebhinekaan dan melakukan provokasi sehingga nilai-nilai Pancasila memudar. Karena itu semua komponen bangsa harus menjaga dan mengawalnya jangan sampai amnesia terhadap Pancasila.

Dia menegaskan, Pancasila bukanlah agama dan tidak bertentangan dengan apapun bahkan dengan agama, karena di dalam Pancasila disebutkan adanya keTuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, musyawarah dan keadilan.

"Sebagaimana yang telah menjadi kesepakatan para ulama, bahwa Pancasila dan Agama adalah dua hal yang tidak ada pertentangannya. Seperti yang diajarkan oleh agama, bahwa Pancasila menganjurkan kita untuk melaksanakan perintah agama, memiliki rasa kemanusiaan pada sesama, menjaga persatuan/silaturahmi, bermusyawarah serta mewujudkan keadilan," tandasnya.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga