Jumat, 18 Agustus 2017

Gubernur Apresiasi Pelaksanaan Festival Pendidikan Maluku 2017

id Festival Pendidikan
Gubernur Apresiasi Pelaksanaan Festival Pendidikan Maluku 2017
Gubernur Maluku Said Assagaff menekan tombol Roket Air karya siswa/siswa di Kota Ambon, menandai peresmian Festival Pendidikan Maluku 2017, di Kota Ambon, Sabtu (5/8) (Rofinus E. Kumpul)
Ambon, 5/8 (Antara Maluku) - Gubernur Maluku Said Assagaff memberikan apresiasi yang tinggi dan menyambut gembira pelaksanaan Festival Pendidikan Maluku 2017.

"Kegiatan ini relevan dengan suasana menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72, yang dimaknai sebagai upaya melepaskan sejumlah masalah pendidikan yang sedang dihadapi oleh guru dan murid di daerah ini," kata gubernur saat membuka festival tersebut di Ambon, Sabtu.

Selain festival pendidikan yang mencakup bidang sains, seni dan dongeng, robot, talkshow, aksi donor darah, pameran pendidikan dan pojok pendidikan, gubernur juga membuka kegiatan Dunia Usaha dan Dunia Industri serta Hari Anak Nasional (HAN).

Menurut gubernur, kegiatan festival pendidikan yang dilaksanakan ini hendaknya dijadikan momentum untuk percepatan transformasi mutu pendidikan di Maluku, maka dalam konteks ini guru dan murid merupakan dua elemen penting dalam pendidikan yang harus merdeka dari sejumlah persoalan pendidikan.

Ia menjelaskan sejumlah persoalan pendidikan di Maluku antara lain masih rendahnya kompetensi guru karena belum meratanya penyebaran sumber daya guru dan tenaga pendidikan, belum optimalnya peran aktif semua elemen masyarakat dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan.

Selain itu masih kurangnya kesadaran masyarakat bahwa pembangunan pendidikan merupakan tanggungjawab bersama, kurangnya kesempatan yang terbuka untuk anak-anak Maluku dalam memperoleh pengalaman pembelajaran kreatif, inovatif dan menyenyangkan.

Karena itu, kegiatan festival ini merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai permasalahan dimaksud.

"Saya berharap semoga berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada momen festival pendidikan ini maupun yang telah pernah dilaksanakan pada festival-festival sebelumnya dapat dijadikan bahan refleksi dan masukan untuk kita semua," ujarnya.

Untuk meningkatkan kompetensi guru dan mutu pembelajaran di sekolah, tidak hanya menjadi tanggungjawab lembaga-lembaga pendidikan, para guru, tenaga kependidikan dan penggerak pendidikan tetapi juga tanggung jawab orang tua dan berbagai stakeholder pendidikan lainnya.

"Karena itu saya ingin mengetuk hati kita semua termasuk untuk gerakan pendidikan di Maluku, kelompok dunia usaha dan dunia industri, bahwa kemajuan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga tanggung jawab bersama semua pihak, baik sekolah, keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Gubernur mengingatkan kepada dunia usaha dan dunia industri agar tidak merasa rugi untuk berinvestasi atau mendermakan sebagian yang dimiliki untuk memajukan pendidikan di Maluku.

Dalam upaya pemanfaatan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang ada di daerah ini, khususnya bidang pariwisata dan bidang sumber daya energi pertambangan maka sejak 2016, pihaknya sudah memberikan beasiswa untuk S1 kepada siswa berprestasi.

"Tiap tahun sebanyak 30 orang mengikuti program beasiswa untuk kuliah di Fakultas Teknik Geologi Unversitas Padjadjaran (Unpad) Bandung serta S1 Pariwisata ke Universitas Udayana Bali dan ini menjadi program unggulan Pemprov Maluku untuk pendidikan tinggi termasuk program S2 dan S3 di berbagai bidang keahlian," ungkap gubernur.

Terkait dengan pelaksanaan Hari Anak Nasional, kata dia bahwa dunia pendidikan mempunyai peran yang sangat vital dan fundamental, karena pendidikan merupakan instrumen transformasi keadaban bangsa yang sangat efektif.

"Dalam pendidikan ada nilai bahwa apa yang dilihat anak itu pula yang dilakukannya. atau pepatah lama yang mengatakan guru kencing berdiri murid kencing berlari," katanya.

Gubernur Said mengakui bahwa berbagai kekerasan yang dialami dan dilihat anak-anak dewasa ini, baik itu kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan penelantaran, pelecehan seksual, kekerasan emosional dengan sendirinya ke depan anak mempunya potensi untuk melakukan hal-hal yang telah dilihat dan dialaminya.

"Karena itu pendidikan nilai karakter harus dicontohkan kepada anak-anak, Ini tugas kita semua baik guru, pengusaha, jurnalis, politisi, polisi, tentara dan lainnya. Saya mengajak kita semua bahwa dengan semangat HUT Kemerdekaan RI ke 72 tingkatkan karya dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta Indonesia," pintanya. 

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga