Jumat, 22 September 2017

Festival JMP Pecahkan Rekor MURI

id MURI
Festival JMP Pecahkan Rekor MURI
Sejumlah pelajar membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 2.017 meter saat Festival Jembatan Merah Putih di Jembatan Merah Putih, Ambon, Maluku, Sabtu (19/8). Penyambungan dan pembentangan bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-72 RI dan Provinsi Maluku itu masuk rekor baru Museum Rekor-Dunia In
Ambon, 19/8 (Antara Maluku) - Festival Jembatan Merah Putih (JMP) berhasil memecahkan rekor baru Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pembentangan dan penyambungan Bendera Merah Putih terpanjang, Sabtu.

Proses pencatatan rekor tersebut dilakukan pada saat pembentangan Bendera Merah Putih di sepanjang ruas jalan jalur JMP oleh masyarakat, para guru dan pelajar SMA/SMK se-Kota Ambon.

MURI mencatat ada 1.140 meter panjang Bendera Merah Putih yang dibentangkan. Ukurannya pun mencapai panjang ruas jalan JMP.

Bendera Merah Putih yang berhasil membuat rekor baru itu, dihasilkan dari puluhan helai kain merah dan putih, sumbangan dari berbagai komunitas masyarakat, tokoh agama dan pemuda, organisasi kemasyakatan dan pemuda, pemerintah provinsi setempat.

Tak hanya itu, berbagai lembaga swadaya masayarakat (LSM) di Kota Ambon juga turut menyumbangkan kain sebagai bentuk dukungan.

Setelah dibentangkan, kain merah dan putih yang tiap-tiap helainya berukuran 100 meter lalu dijahit langsung dengan tangan oleh para pelajar dengan dibantu gurunya saat itu juga.

Gubernur Maluku Said Assagaff juga turut serta menjahit helaian terakhir kain merah dan putih yang disumbangkan oleh pemerintah provinsi setempat.

Penjahitan langsung dengan tangan tiap helaian kain merah dan putih menjadi bendera tersebut terinspirasi dari proses pembuatan Bendera Pusaka Merah Putih yang dijahit tangan oleh ibu negara Fatmawati.

Kendati kondisi cuaca sedang hujan, proses pembentangan dan penyambungan kain merah dan putih menjadi bendera tidak mengalami kendala. Para pelajar terlihat tetap bersemangat di bawah guyuran hujan.

Gubernur Said mengatakan kain merah mengibaratkan Indonesia, dan putih adalah Maluku, keduanya saling terikat dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Menurut dia, persatuan dan kesatuan adalah modal terbesar untuk merawat bangsa dan negara Indonesia. Maluku sebagai salah satu dari delapan provinsi pertama yang dibentuk saat kemerdekaan harus bisa mengawal keutuhan bangsa.

"Tidak boleh ada keretakan di negeri ini. Kita adalah garda terdepan untuk merawat bangsa ini, karena kita bersama tujuh provinsi lainnya yang melahirkan Indonesia," ucapnya.

Festival JMP 2017 merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite Organisasi Festival JMP dan diketuai oleh M. Ikhsan Tualeka, dengan melibatkan sejumlah organisasi di tanah air, seperti Empowering Indonesia (EI), Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI `56), Insight of Indonesia (IOI), Kadin Indonesia, dan gerakan Aku Mengajar.

Kegiatan yang dilangsungkan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Provinsi Maluku, dijadwalkan akan menjadi agenda pariwisata tahunan di Kota Ambon.

Selain pemecahan rekor MURI, sejumlah kegiatan lainnya juga dihelat seperti bersih-bersih pantai dengan melibatkan pada pemuda di Kota Ambon dan artis Jean Shalimar, dan talkshow bertema "Nasionalisme, Seni Budaya, Pariwisata dan Industri Kreatif" yang dipusatkan di Universitas Pattimura Ambon.

Talkshow itu sendiri dihadiri oleh lebih dari 4.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Ambon, dan menghadirkan narasumber dari PARFI `56, IOI dan Kadin Indonesia.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga