Dua Jemaah Asal Malut Belum Bisa Pulang

Ternate 10/9 (Antara Maluku) - Dua jemaah haji asal Provinsi Maluku Utara, Nursafa Soleman dan Safura Fokaya dipastikan belum bisa pulang dari Tanah Suci sesuai jadwal, karena masih menjalani perawatan di rumah sakit di Madinah Saudi Arabia.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Malut, Amar Manaf di Ternate, Minggu mengatakan dari kedua jemaah haji itu, yang kini kondisinya cukup parah adalah Nursafa Soleman, karena masih koma setelah tertabrak mobil di depan Masjid Nabawi saat awal kedatangan di Madinah.

Kedua jemaah haji itu asal Kabupaten Halmahera Selatan dan Kabupaten Kepulauan Sula akan dipulangkan ke Indonesia kalau kondisinya sudah membaik dan selama mereka dirawat Rumah Sakit di Madinah tetap mendapat pendampingan dari petugas haji Indonesia.

Menurut Amar Manaf, jemaah haji Malut yang tergabung dalam kloter 10, 11, dan 12 sesuai jadwal akan dipulangkan dari Tanah Suci ke Malut melalui dembarkasi haji Makassar, tanggal 14 - 16 September dan diberangkatkan ke Malut melalui bandara Babullah Ternate tanggal 15 -17 September 2017.

Para jemaah haji Malut itu saat tiba di Ternate, ada yang harus diingapkan di hotel menunggu angkutan Laut ke Kabupaten masing - masing karena asrama haji Malut di Ternate belum bisa menampung jamaah haji.

Amar Manaf menyebutkan, kuota jemaah haji Malut pada musim haji 2017 sebanyak 1080 orang, namun yang diberangkatkan ke Tanah Suci hanya 1077 orang, karena satu orang dinyatakan tidak bisa berangkat menjelang keberangkatan ke embarkasi Makassar akibat sakit.

Sedangkan dua orang lainnya meninggal , yakni satu orang meninggal menjelang keberangkatan dari Ternate ke embarkasi haji Makassar dan satu orang lainnya meninggal di embarkasi haji Makasaar, sementara yang meninggal di Tanah Suci sebanyak empat orang.

Pelayanan jemaah haji Malut pada musim haji 2017 ini, baik dari petugas PPIHD Malut maupun petugas haji yang mendampingi di Tanah Suci dinilai lebih baik dari musim haji tahun sebelumnya, terbukti tidak adanya keluhan mengenai pelayanan terhadap para jemaah haji.