Jumat, 22 September 2017

Penghasilan Petani Kelapa Turun Akibat Hama Kumbang

id Petani, Kelapa
Ternate 11/9 (Antara Maluku) - Penghasilan para petani kelapa di sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut), belakangan ini turun drastis akibat hama kumbang yang menyerang tanaman kelapa mereka.
Salah seorang petani kelapa asal Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Hamza di Ternate, Senin, mengatakan biasanya para petani kelapa di wilayah itu bisa mendapatkan 1 ton kopra per hektare, belakangan ini paling tinggi 700 kilogram akibat serangan hama kumbang.

Para petani di Gane Timur sudah berupaya mengatasi hama kumbang yang menyerang bagian daun tanaman kelapa itu, tetapi tidak membuahkan hasil, bahkan yang semula dalam 1 ha tanaman kelapa, yang terserang hanya lima sampai sepuluh pohon, kini mencapai lebih dari dua puluh pohon.

"Kami sudah menyampaikan masalah serangan hama kumbang itu ke Pemkab Halmahera Selatan, baik melalui Pemerintah desa setempat maupun langsung ke instansi terkait di Pemkab Halmahera Selatan, tetapi sampai sekarang tidak ada tanggapan," katanya.

Kalalu serangan hama kumbang di perkebunan kelapa petani di Gane Timur itu, tidak segera diatasi, di khawaterkan akan terus meluas dan menghilangkan sumber penghasilan petani, karena selama ini mereka hanya mengandalkan hasil kelapa sebagai sumber penghasilan.

Hamza mengaku intensitas serangan hama kumbang terhadap tanaman kelapa di wilayah Gane Timur mulai meningkat setelah adanya perusahaan perkebunana kelapa sawit di wilayah itu, yang lokasinya tidak jauh dari lahan kelapa petani setempat.

Oleh karena itu, Pemkab Halmahera Selatan dan instansi terkait lainnya perlu pula mengkaji hubungan antara keberadaan perkebunan kelapa sawit dengan munculnya hama kumbang tersebut.

Pemkab Halmahera Selatan belum dapat dikonfirmasi terkait adanya serangan hama kumbang pada tanaman kelapa di wilayah Gane Timur tersebut, namun sebelumnya Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba mengatakan Pemkab akan selalu proaktif mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi petani di daerahnya.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga