Jumat, 22 September 2017

Bandara Babullah Siapkan Fasilitas Dukung Aktivitas Ekspor

id Bandara Babullah
Ternate, 11/9 (Antara Maluku) - Otoritas Bandara Babullah Ternate, Maluku Utara (Malut) menyatakan kesiapannya dalam menyediakan fasilitas dalam mendukung aktivitas ekspor berbagai komoditi dari dan ke bandara tersebut.

Kepala Bandara Babullah Ternate, Saiful Bahri di Ternate, Senin, mengatakan, sangat mendukung adanya ekspor langsung dari Malut, khususnya melalui udara dengan persediaan sarana dan prasarana, agar kualitas dan efisiensi waktu dapat dijangkau dengan baik.

Selain itu, untuk pengiriman keluar yang dilakukan masih sedikit jumlahnya, sehingga banyak yang melalui Makassar dan Surabaya, tetapi sekarang sedang dilakukan penyiapan mengenai "cold storage" atau gudang penampung, dengan harapan ke depan langsung melakukan pengiriman langsung ke luar negeri.

"Sudah ada beberapa maskapai yang sudah menjajajakinya, bahkan dari Jas dan Gapura datang untuk melakukannya juga dan hanya menunggu kapan dimulai, sebab baru akan dilakukan pengiriman ikan beku namun dibatalkan akibat isu hepatitis," katanya.

Menurutnya, untuk cold storage itu hanya untuk pengiriman keluar negeri dengan sekala besar, namun untuk antarwilayah seperti di Indonesia ini, pengiriman sudah dapat langsung dilakukan, tetapi yang menjadi masalah sekarang adalah produknya tidak ada, semua dikirim ke Sulawesi Utara.

"Jika nanti produknya ada, maka karantina akan mempermudah mulai dari pengepakan sampai pengangkutan, sehingga tidak diturunkan lagi di Makassar atau di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan. Jadi tidak seperti yang sudah kebanyakan, namun segala persyaratan harus terpenuhi terlebih dahulu," katanya.

Dia mengakui, untuk kapasitas pengiriman sekali ke Jakarta bisa mencapai 4.000 kg, ke Makassar juga dengan kapasitas yang sama, sedangkan ke luar negeri harus mencapai 10 ton dan menggunakan pesawat sendiri seperti Maindo atau PMG yang mengangkut dengan Boeing 737.

Saiful mengaku, untuk kesiapan dari bandara, pihaknya telah siap. Tetapi sebelum dilakukan ekspor, harus kesiapan dari para pelaku usaha lagi terlebih mengenai kualitas produknya. Sebab standarisasi dari para pembeli itu sangat tinggi, khususnya yang ada di luar negeri seperti di Amerika atau Eropa.

Untuk itu, diharapkan agar kedepan ekspor atau pengiriman barang langsung dilakukan dari malut, sehingga memliki fungsi lain dalam peningkatan ekonomi lagi nantinya dan berimbas langsung ke masyarakat.

"Kami berharap langkah untuk melakukan eksport langsung ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, sehingga meningkatkan perekonomian Malut," ujarnya.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga