FKUB Programkan Pembentukan Kampung Kerukunan Umat Beragama

Ternate, 12/9 (Antara Maluku) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Utara memprogramkan pembentukan kampung kerukunan umat beragama di sejumlah kabupaten/kota di Malut sebagai salah satu upaya mencegah konflik berlatar belakang agama.

"Sebagai percontohan, kampung kerukunan umat beragama itu akan dibentuk di tiga wilayah yakni Babang, Kabupaten Halamahera Selatan, Akediri, Kabupaten Halmahera Barat, dan Wasley, Kabupaten Halmahera Timur," kata Sekrertaris FKUB Malut Adnan Mahmud di Ternate, Selasa.

Pertimbangan FKUB Malut memilih ketiga wilayah tersebut sebagai lokasi percontohan pembentukan kampung kerukunan umat beragama, di antaranya adalah masyarakatnya memiliki keragaman agama dan selama ini menunjukan kerukunan yang harmonis.

Menurut Adnan Mahmud, kegiatan yang akan dilaksanakan FKUB di tiga kampung kerukanan umat beragama tersebut, di antaranya pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam setempat.

Selain itu, kegiatan literasi dalam membentuk memberi pelajaran kepada warga yang buta aksara agar bisa membaca serta menyediakan berbagai buku bacaan untuk menambah wawasan pengetahuan warga setempat, khususnya pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kerukanan dan toleransi dalam kehidupan sehari - hari.

Di kampung kerukunan umat beragama tersebut, menurut Adnan Mahmud, juga akan dilaksanakan kegiatan pengembangan kesenian dan budaya untuk menghidupkan kembali kesenian dan budaya tradisional, yang belakangan ini mulai ditinggalkan sebagai dampak dari meluasnya pengaruh kesenian dan budaya modern.

FKUB Malut mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD dalam merealisasikan program pembentukan kampung kerukanan umat beragama tersebut, terutama dari segi penyediaan anggarannya, karena FKUB Malut tidak memiliki anggaran sendiri.

"Kalau program pembentukan kampung kerukunan umat beragama di tiga wilayah tersebut berhasil, akan dikembangkan lagi di wilayah lain di Malut, terutama di wilayah yang memiliki potensi konflik antarumat beragama," kata Adnan.