Jumat, 22 September 2017

Dispan Malut: Manfaatkan Pekarangan untuk Tanaman Pangan

id Tanaman, Pangan
Ternate, 13/9 (Antara Maluku) - Dinas Pangan (Dispan) Maluku Utara (Malut) meminta masyarakat memanfaatkan lahan pekarangannya dengan tanaman pangan yang dapat menjadi sumber pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari.

"Cabai, tomat dan berbagai jenis sayuran seperti kangkung cabut, kacang panjang dan sawi adalah jenis tanaman pangan yang bisa dikembangkan di lahan pekarangan rumah," kata Kepala Dispan Malut, Saiful Turui di Ternate, Rabu.

Lahan pekarangan rumah yang sempit bisa diakali dengan penggunaan pot atau polibag sebagai media tanam tanaman pangan tersebut, bahkan bisa pula menggunakan teknologi hidroponik, seperti yang banyak dikembangkan warga di berbagai kota di Pulau Jawa.

Menurut dia, jika setiap warga, khususnya yang bermukim di wilayah perkotaan memanfaatkan lahan pekarangannya dengan tanaman pangan itu, selain bisa menghemat pengeluaran, juga tidak akan terpengaruh dengan lonjakan harga di pasar.

Justru akan memberi kontribusi terhadap stabilnya harga di pasar karena lonjakan harga terjadi kalau permintaan konsumen tinggi dan stok di pasaran terbatas, apalagi untuk daerah seperti Malut yang masih banyak mengandalkan pasokan dari provinsi lain.

Cabai misalnya, menurut Saiful Turui, di pasaran Ternate sering harganya melonjak sampai Rp80.000 per kg saat stok terbatas, tetapi kalau setiap warga di daerah ini menanam cabai di lahan pekarangan rumahnya, harga tidak akan melonjak seperti itu karena warga bisa memenuhinya sendiri.

Dispan Malut bersama sejumlah pihak terkait, seperti Dinas Pertanian dan PKK Malut telah menyiapkan berbagai bibit tanaman pangan, yang bisa ditanam warga di lahan pekarangannya, oleh karena itu warga diimbau memanfaatkan bantuan bibit itu.

Saiful Turui juga mengimbau kepada para petani di Malut untuk memanfaatkan potensi lahan yang tersedia di wilayahnya dengan berbagai tanaman pangan agar ketergantungan daerah ini dari provinsi lain dalam pemenuhan kebutuhan pangan, bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga