Rabu, 18 Oktober 2017

Masyarakat Anggap BI Sama Dengan Bank Lain

id BI, Maluku
Masyarakat Anggap BI Sama Dengan Bank Lain
BI Perwakilan Maluku membuka BI Corner di Kampus Politeknik Perikanan Negeri di Tual, Selasa (10/10) (John Soplanit)
Tual, 10/10 (Antara Maluku) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Bambang Pramasudi mengakui, sampai sekarang masih banyak masyarakat menganggap BI sama dengan bank-bank lain di Indonesia.

"Sebetulnya di setiap negara hanya ada satu bank sentral dan di Indonesia bank sentral itu adalah BI," katanya saat memberikan sambutan sekaligus meresmikan BI Corner di Kampus Politeknik Perikanan Negeri Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa.

Ia menjelaskan, Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI dan lainnya adalah bank konvensional, bank umum atau komersial yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi antara pihak-pihak yang memerlukan dana maupun pihak-pihak yang kekurangan dana.

"Sehingga kalau anda punya dana lebih, maka menabung atau deposito misalnya bisa ke BRI, BCA atau ke Bank Mandiri, tetapi tidak bisa ke BI, sebab BI bukan bank komersial," kata Bambang.

Warga masyarakat yang mau buka usaha atau membutuhkan kredit, lanjutnya, bisa datang ke bank-bank komersial itu untuk mengajukan pinjaman modal.

Dia mengatakan, BI mempunyai tiga tugas pokok yakni menjaga stabilitas moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan efisiensi dan efektifitas sistem pembayaran.

"Kalau tugas yang pertama stabilitas moneter itu alat ukurnya adalah stabilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, kalau semakin stabil semakin bagus," ujarnya.

Di dua tahun terakhir ini, lanjutnya, rupiah di Asia nomor dua yang terstabil setelah Jepang.

Alat ukur yang lain adalah stabilitas inflasi yang terkendali dan rendah.

"Inflasi adalah kecenderungan kenaikan harga barang terus menerus. Jadi kalau harga naik terus itu artinya inflasi meningkat, dan kalau inflasi meningkat dampaknya daya beli berkurang," ujarnya.

Dicontohkan, kalau dalam satu bulan belanja sebesar Rp500.000 atau Rp1.000.000 dapat 100 barang, bulan berikutnya tidak bisa lagi, mungkin hanya 90 barang dengan merek yang sama karena harganya naik.

Bambang Pramasudi mengatakan, berdasarkan data dari Kementerian Perekonomian, faktor yang menyebabkan peningkatan kemiskinan 70 persen karena kenaikan harga barang.

"Apalagi inflasi di Kota Tual berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku dari 82 kota di seluruh Indonesia Kota Tual merupakan inflasi yang tertinggi," ujarnya.



Ia mengungkapkan, menjaga stabilitas harga ikan dan sayur-sayuran, cabai, bawang menjadi pekerjaan rumah bersama tim pengendali inflasi daerah di Tual maupun Langgur untuk mencari solusinya.

BI Corner atau Pojok BI merupakan fasilitas perpustakaan mini yang memanfaatkan ruang yang tidak terpakai.

Menurutnya, pembentukan perpustakaan mini atau BI Corner ini merupakan bagian dari program sosial berupa memberikan bantuan buku-buku yang berpusat di Kampus Politeknik Perikanan di Kota Tual.

Kehadiran BI Corner akan membantu mahasiswa untuk memperoleh buku-buku pelajaran terkait ekonomi, keuangan, dan juga buku-buku tentang bank kesentralan.

"Dengan demikian para mahasiswa juga lebih mengenal dunia perbankan lebih dalam lagi. Di BI Corner tersedia buku-buku, ada media dan juga video sehingga mahasiswa lebih paham dan lebih mengenal Bank Indonesia dan apa saja yang sudah di lakukan BI selama ini.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga