Rabu, 18 Oktober 2017

Pemuda Maluku Raih Mimpi Melalui Community College

id Maluku
Pemuda Maluku Raih Mimpi Melalui Community College
Richard Huwae dari Maluku meraih mimpi melalui Community College (Shariva Alaidrus)
Ambon, 10/10 (Antara Maluku) - Pemuda asal Maluku Edwin Richard Huwae merasa beruntung bisa meraih mimpinya berkat program Community College di Amerika Serikat.

"Sungguh pengalaman yang luar biasa bagi saya sebagai anak kampung yang berasal dari salah satu provinsi tertinggal di Indonesia, Maluku. Banyak sekali kesempatan yang terbuka setelah pulang dari Amerika Serikat, promosi pekerjaan dan jabatan tentunya," kata Edwin di Ambon, Selasa.

Edwin Richard Huwae adalah alumni program Community College di Miami Dade College, Miami, Amerika Serikat. Ia berkesempatan mengenyam pendidikan Business Management dengan spesialisasi Accounting/Budgeting di sana pada 2014 dan berakhir pada 2016.

Berkat kerja kerasnya selama dua tahun itu, Edwin yang sebelumnya hanya berprofesi sebagai pegawai biasa, kini mendapatkan jabatan yang jauh lebih baik, yakni Project Finance di salah satu perusahaan konstruksi di Kota Ambon.

"Mimpi yang bagi sebagian orang terlalu tinggi dapat saya wujudkan dengan kerja keras. Saya merasa sangat berutung bisa merasakan sistem pendidikan dan gaya hidup di Amerika Serikat yang cukup jauh berbeda dengan kita di Indonesia," ucapnya.

Edwin mengaku mendapatkan banyak pengalaman yang tak terlupakan selama berkuliah melalui program Community College di Amerika Serikat. Karena itu, ia ingin berbagi pengalamannya dengan para pemuda lainnya di Maluku.

Miami, kata dia, mirip dengan Bali, terdapat pantai-pantai berpasir putih, kehidupan malam yang gemerlap, dunia bisnis dan selebritas. Dengan berkuliah di sana, dirinya juga berkesempatan merasakan kehidupan layaknya penduduk setempat.

"Kota di mana saya tinggal sering disebut `heaven of USA`. Karena sebagian besar penduduknya berasal dari Amerika Latin, kehidupan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Inggris dan Spanyol, sangat keren," katanya.

Edwin mengatakan lembaga pendidikan tempatnya berkuliah, Miami Dade College memiliki keunikan yang belum tentu dimiliki oleh kampus lainnya, dengan organisasi kemahasiswaan (student body) yang lebih dari 100 negara di dunia.

Mahasiswa menjadi prioritas utama manajemen kampus. Apabila ada mahasiswa yang merasa kurang mampu dalam suatu mata kuliah, maka ia diberikan kesempatan untuk mengikuti kuliah tatap muka selama kurang lebih dua atau tiga minggu, tapi jika ia ingin membatalkannya maka akan difasilitasi juga oleh kampus.

Dilengkapi dengan infrastruktur berteknologi tinggi, Miami Dade College sepenuhnya terkomputerisasi dan hampir semua jurusan memiliki pusat pengembangan, salah satunya adalah Business Center untuk jurusan Business Management.

Di Business Center, sering dihadirkan pembicara-pembicara yang merupakan pemilik bisnis ternama, lokakarya perencanaan bisnis dan juga konseling karir yang dapat membantu para mahasiswa untuk magang maupun pekerjaan setelah lulus.

Selain itu, juga terdapat departemen yang khusus memberikan saran dan masukan untuk karir para siswanya, yakni Student Career Advice Department. Di sana mereka memberikan konseling seperti pembuatan curriculum vitae, surat lamaran kerja, bahkan latihan wawancara kerja.

"Hampir semua mahasiswa di kampus saya dianjurkan untuk melakukan magang. Kegiatan ini sangat penting karena kita dapat mengaplikasikan ilmu dan kecakapan yang kita miliki di dunia kerja," ujarnya.

Dikatakannya lagi, setelah melewati proses aplikasi, ia akhirnya berhasil mendapatkan dua kali kesempatan magang di dua instansi berbeda.

Pertama, ia berkerja di City Year of Miami, organisasi nirlaba yang bergerak di dunia pendidikan, kemudian magang di salah satu kantor akuntan publik, sebagai bookkeeper dan membantu menyediakan laporan keuangan kepada klien-klien perusahaan.

Tak hanya urusan pendidikan, selama berkuliah di Miami Dade College, Edwin bersama teman-temannya juga sempat menyelenggarakan beberapa kegiatan untuk mahasiswa international, seperti peringatan Deepawali atau Diwali (festival cahaya India), pertunjukan fashion international, dan berbagai macam kegiatan unik lainnya.

"Saya terekspos dengan beragam budaya dan bahasa yang berbeda selama berada di sana," ujarnya.

Community College, kadang juga disebut sebagai Technical College adalah institusi pendidikan di Amerika Serikat yang menyediakan program kursus, baik kredit maupun non-kredit, program sertifikasi dan pendidikan diploma kepada siswanya.

Kelas-Kelas di Community College jauh lebih kecil dengan jumlah siswa kurang lebih 20 orang, sehingga lebih efektif dan interaktif karena materi yang diberikan pun mudah untuk dimengerti.

Tak hanya itu, mata kuliah yang ditawarkan juga jauh lebih murah dibandingkan dengan perguruan tinggi pada umumnya.

Sebagian besar mahasiswa di Amerika Serikat memilih untuk berkuliah di Community College selama dua tahun untuk mendapatkan gelar Associate dan kemudian melakukan transfer ke perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga