Rabu, 18 Oktober 2017

WIFT Tidak Rusak Lingkungan

id WIFT, Lingkungan
Ternate, 11/10 (Antara Maluku) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara memastikan penyelenggaraan lomba mancing internasional atau "Widi International Fishing Tournament" (WIFT) di perairan Pulau Widi, Kabupaten Halmahera Selatan, tidak akan mengakibatkan kerusakan lingkungan.

"Pulau Widi memang merupakan Kawasan Konsevasi Perikanan Daerah (KKPD) di Maluku Utara (Malut), tetapi dapat dipastikan lomba mancing internasional yang akan digelar di kawasan itu pada 25-29 Okbtober 2017, tidak akan merusak fungsinya sebagai kawasan konservasi," kata Kepala DPK Malut Buyung Rajilun di Ternate, Rabu.

Peserta yang akan ambil bagian dalam kegiatan WIFT tersebut adalah para pemancing profesional, yang dalam melakukan aktivitas mancing selalu mengacu pada aturan yang berlakukan secara internasional di antaranya harus memperhatikan faktor kelestarian lingkungan laut.

Menurut dia, untuk ukuran ikan yang boleh ditangkap misalnya, minimal beratnya 10 kg dan kalau ada ikan yang tertangkap dengan ukuran di bawah 10 kg, harus dilepas kembali, begitu pula untuk jenis ikan yang dilindungi, seperti ikan napoleon tidak boleh ditangkap.

Alat pancing yang digunakan juga harus yang ramah lingkungan dan jika mata kail pancing tersangkut di terumbuh karang, tidak boleh ditarik secara paksa yang dapat mengakibatkan rusaknya terumbuh karang sebagai tempat berkembang biaknya ikan.

Oleh karena itu, kata Buyung Rajilun, adanya pihak-pihak tertentu yang keberatan perairan Pulau Widi dijadikan lokasi penyelenggaraan WIFT, dengan alasan akan mengakibatkan kerusakan lingkungan di kawasan konservasi itu, sangatlah tidak mendasar.

Penyelenggaraan WIFT yang akan dibuka Presiden Joko Widodo itu, justru akan banyak memberi manfaaat bagi Malut, khususnya dalam upaya mempromosikan potensi wisata mancing dan wisata lainnya termasuk potensi perikanan serta dampak ekonominya bagi masyarakat setempat.

Ia menambahkan, penyelenggaraan lomba mancing internasional yang memperebutkan Piala Presiden itu akan diikuti sedikitnya 300 peserta yang tergabung dalam 51 klub mancing, sebanyak 13 klub mancing di antaranya dari mancanegara, seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Jepang dan Singapura.

Editor: John Nikita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga