15 Negeri di Leihitu Ikut Festival Hadrat

Ambon, 14/10 (Antara Maluku) - Sebanyak 15 Negeri di Kecamatan Leihitu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mengikuti Festival Hadrat yang digelar Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku, di Ambon, Sabtu.

Kepala BPNB Maluku, Rusli Manorek mengatakan, festival tari hadrat yang dipusatkan di Negeri Kaitetu tersebut bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi dan persaudaraan antarwarga di Maluku, khususnya di Jasirah Leihitu.

Kegiatan dengan tema "Melalui Festival Hadrat Kita Lestarikan Budaya dan Mempererat Tali Silahturahmi itu merupakan program dan menjadi event tahunan BPNB.

Selain itu, juga bertujuan membangun dan memperkuat hubungan kekerabatan dan persaudaraan antarmasyarakat di Negeri - Negeri yang ada di jazsirah Leihitu.

"Melalui festival Hadrat yang bernuansa Islami ini, ami ingin menanamkan kecintaan masyarakat terhadap budaya masing-masing, sehingga secara tidak langsung ikut melestarikan senibudaya peninggalan leluhur tersebut secara turun temurun, terutama di kalangan generasi muda," katanya.

Setiap Negeri atau kelompok yang mengikuti festival hadrat yang memiliki nilai dan unsur seni budaya serta bernuansa agama tersebut terdiri dari 25 orang atau lebih yang terdiri dari penari dan penabuh gendang.

"Melalui festival yang dijadikan agenda tahunan ini kami ingin memperkenalkan dan menanamkan nilai - nilai tradisi budaya kepada generasi muda agar tidak melupakan warisan leluhurnya, sekaligus menjadi filter terhadap kemajuan teknologi informasi serta masuknya budaya asing," ujar Rusli.

Dia menandaskan, di Jasirah Leihitu terdapat banyak objek wisata budaya dan sejarah, diantaranya masjid dan gereja tertua di Maluku yakni masjid Wapauwe yang dibangun tahun 1414 Masehi di Negeri kaitetu dan gereja Imanuel yang dibangun pada tahun 1659 di Desa Hila.

"Peningalan sejarah ini selain seni dan budaya perlu dijaga dan dilestarikan sekaligus dijadikan sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan antarsesama anak negeri. hal ini juga perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah terutama mengembangkannya sebagai objek wisata wisata sejarah unggulan," tandasnya.