TNI dan Masyarakat Kao Bangun Tanggul Darurat

Ternate, 16/10 (Antara Maluku) - TNI bersama masyarakat Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), membangun tanggul Sungai Toliwang, karena luapan air yang berdampak pada berbagai permasalahan mulai dari ketersediaan air bersih warga, ancaman bahaya banjir.

"Selain itu, terganggunya sistem irigasi untuk mengairi ratusan hektare sawah yang berada di Desa Margomulyo dan Desa Toliwang hingga terancam gagal panen," kata Dandim 1508/Tobelo Letkol Arh Herwin Budi Saputra dalam siaran pers yang diterima Antara, Senin.

Dia membenarkan adanya permintaan bantuan dari warga, setelah mendapatkan informasi tersebut saya kemudian berkoordinasi dengan Pemda Halut untuk meneruskan keluhan masyarakat namun berdasarkan informasi dari Dinas Pengairan Kabupaten Halut untuk membuat tanggul seluas tersebut.

"Setidaknya diperlukan dana sekitar Rp250 juta bahkan lebih karena kami belum bisa memastikan berkaitan fluktuasi kenaikan harga material bangunan, untuk itu karena APBD tahun 2017 ini sudah disyahkan dan tidak ada alokasi dana untuk pembuatan tanggul sehingga rencana akan diajukan pembuatan tanggul tersebut pada mata anggaran tahun depan," ujarnya.

Dandim menyampaikan setelah mendapatkan informasi saya instruksikan jajaran saya untuk mencari jalan alternatif agar dapat segera mengatasi kesulitan rakyat di lokasi tersebut, untuk itu setelah diadakan pertemuan warga maka dilaksanakan perbaikan tanggul darurat secara swadaya dengan dibantu para personel TNI jajaran Kodim Tobelo.

Oleh karena itu kepala Desa setempat berinisiatif untuk meminta bantuan kepada pihak TNI melalui Danramil 1508-03/Kao Lettu Inf Prasojo, atas permintaan bantuan tersebut kemudian Danramil melaporkan hal tersebut kepada Dandim 1508/Tobelo hingga mendapatkan respon positif agar segera diambil tindakan untuk mengatasi kesulitan rakyat di lokasi tersebut.

Setelah mendapatkan lampu hijau dari Pimpinan kemudian Danramil bersama para Kepala Desa mengadakan rapat untuk menentukan langkah yang dapat diambil untuk segera dapat mengatasi persoalan tersebut.

Berdasarkan hasil rapat Kepala Desa menyampaikan bahwa perbaikan tanggul tersebut apabila mengharapkan dari Pemerintah paling cepat adalah tahun depan karena alokasi anggaran tahun ini sudah disyahkan dan sedang dijalankan, begitu pula dengan pemanfaatan Alokasi Dana Desa yang telah dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur lainnya.

Setelah mendengar penjelasan dari para Kepala Desa diperlukan pemecahan terhadap persoalan yang sedang dihadapi serta perlu solusi segera karena berhubungan langsung dengan hajat hidup orang banyak.

"Sehingga, diputuskan bahwa untuk sementara waktu perlu dibuat tanggul darurat, namun memiliki ketahanan yang mumpuni setidaknya bertahan beberapa tahun kedepan sambil menunggu Alokasi Dana Desa yang akan diplotting untuk pembangunan tanggul permanen," ujarnya.