Rumah Warga Mede Tobelo Terendam

Ternate, 16/10 (Antara Maluku) - Sejumlah rumah warga di Desa Mede, Kota Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara terendam banjir setinggi lutut orang dewasa akibat hujan deras yang melanda daerah itu dua hari terakhir.

Selain hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut, banjir itu juga diakibatkan talut di Sungai Mede roboh sehingga air meluap," kata Dandim 1508/Tobelo Letkol Arh Herwin Budi Saputra dalam siaran pers, Senin.

Berdasarkan pantauan, sebanyak 9 unit rumah yang berada di pinggiran Sungai Mede tergenang air setinggi 1 meter, namun dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Sejumlah personel Satgas Yonif RK 732/Banau Pos Mede dipimpin Serda Saputra datang membantu mengevakuasi barang-barang milik warga masyarakat yang rumahnya terendam banjir.

"Kami masih terus membersihkan serta membantu mengevakuasi barang warga ke tempat yang aman," ujar Serda Saputra.

Dia mengungkapkan, banjir yang menggenangi wilayah tersebut baru pertama kali terjadi, karena talutnya roboh," katanya pula.

Akibat kejadian tersebut, mesin sedot pasir milik warga setempat empat unit hanyut terbawah banjir dan beberapa parabotan dapur ikut hanyut, meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian akibat kejadian ini ditaksir puluhan juta rupiah.

Bahkan, personel TNI dan warga bergerak cepat dengan mengumpulkan dana swadaya dari masyarakat dan juga bantuan dari pihak-pihak lain, sehingga diperoleh dana sekitar Rp50 juta.

Kemudian dalam pengerjaan agar tidak mengganggu masyarakat untuk mencari nafkah maka dibentuk 5 kelompok kerja yang terdiri dari 20 orang warga dan 15 prajurit TNI yang setiap hari mengerjakan tanggul yang diperkirakan memerlukan waktu pengerjaan selama 2 minggu tersebut.

Teknik pembuatan tanggul yaitu membuat penahan dengan alokasi dana yang ada tidak memungkinkan dilakukan pembetonan, sehingga diputuskan membuat tanggul darurat menggunakan bahan besi teralis 32 mm sebagai penahan serta balok, papan, bambu dan terpal untuk pembuatan bronjong penahan air dengan ukuran panjang tanggul 12 meter, lebar 6 meter dan tinggi 3 meter.

Diharapkan dengan tanggul darurat tersebut dapat mengatasi kesulitan warga serta dapat segera mengairi sawah mereka.