Pertamina: Stok BBM di Maluku Aman

Ambon, 17/10 (Antara Maluku) - PT Pertamina Ambon menyatakan stok bahan bakar minyak (BBM) yakni premium, pertamax, pertalite, kerosene, dan solar cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Maluku.

"Stok berbagai jenis BBM tersebut cukup banyak. Rata-rata semua jenis BBM itu bisa memenuhi permintaan masyarakat 10 hingga 28 hari ke depan," kata Sales Penjualan Retail IV Pertamina Ambon Mahdi Syafar, di Ambon, Selasa.

Menurutnya, secara umum ketersediaan stok di Terminal Transit BBM Waiyame, Kota Ambon dalam kondisi aman dan siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini.

"Rinciannya, BBM jenis pertalite mengisi permintaan masyarakat hingga empat hari ke depan, stok pertamax mencapai 10 hari ke depan, premium hingga 10 hari ke depan, biosolar untuk 28 hari ke depan, dan kerosene untuk 26 hari ke depan," ujarnya pula.

Karena itu, lanjutnya, masyarakat Kota Ambon maupun Provinsi Maluku pada umumnya tidak perlu khawatir terhadap stok BBM di Terminal Transit Waiyame.

"Apalagi Terminal Transit Waiyame juga melayani permintaan masyarakat di kawasan Indonesia bagian timur, jadi stok secara umum aman," ujarnya pula.

Dia mengatakan, SPBU juga tetap akan beroperasi 24 jam, dan jika dibutuhkan, maka penyaluran segera dilakukan.

Karena itu, masyarakat Maluku, khususnya di Kota Ambon yang selama ini bepergian ke luar kota tidak perlu cemas sebab stok BBM di Terminal Transit Waiyame cukup banyak.

Mahdi menambahkan, konsumsi pemakaian BBM saat ini di Kota Ambon baik pertalite dan pertamax kurang lebih 20 persen/hari, masih di bawah jika dibandingkan dengan daerah lain yang sudah mencapai 50 persen, bahkan di Pulau Jawa bisa mencapai 70 persen.

Dia menyebutkan, untuk penjualan premium mencapai 80 persen setiap hari, dan setiap SPBU stoknya sebanyak 12 hingga 15 kiloliter (kl)/hari, sehingga dengan tujuh SPBU yang ada di Kota Ambon dalam sehari penggunaannya sebanyak 70 hingga 80 kl.

"Begitu juga dengan pertalite, dengan tujuh SPBU dikalikan dengan tujuh KL maka mencapai 49 kiloliter per hari," ujarnya lagi.