Menteri Susi Dijadwalkan Hadiri Festival Budaya Banda

Ambon, 17/10 (Antara Maluku) - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dijadwalkan menghadiri Festival Budaya Banda, Kabupaten Maluku Tengah, 22 - 23 Oktober 2017.

"Festival Budaya Banda dilaksanakan pada 11 Oktober - 11 November 2017. Namun, Menteri Susi dijadwalkan berkunjung ke Banda terkait sejumlah kegiatan bidang kelautan dan perikanan," kata Kadis Pariwisata Maluku, Habiba Saimima, dikonfirmasi, Selasa.

Apalagi, Festival Budaya Banda dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan 350 tahun pertukaran Pulau Run, Kepulauan Banda, dengan Pulau Manhattan, New York, Amerika Serikat yang populer dengan perjanjian Breda.

Menteri Susi dijadwalkan menghadiri antara lain deklarasi konservasi laut di Pulau Hatta, tutup sasi di Pulau Lonthor dan buka sasi lola lola di Pulau Hatta.

Selain itu, penandatanganan prastasi perdamaian di Pulau Run, peresmian patung empat tokoh nasional yang pernah diasingkan di Banda, yaitu Bung Hatta, Bung Sjahrir, dr. Cipto Mangunkusumo dan Iwa Koesoemasoemantro.

"Kami telah mematangkan agenda kunjungan Menteri Susi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis agar kehadirannya memberikan dampak strategis bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kepulauan Banda dan Maluku secara umum," ujar Habiba.

Dia yang juga Ketua Panitia Festival Banda 2017 itu mengemukakan, Dinas Pariwisata Provinsi Maluku bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, dan Banda Tourism Board untuk menyelenggarakan Pesta Rakyat Banda 2017.

Pesta Rakyat Banda 2017 digelar untuk membangkitkan kembali Kepulauan Banda yang seolah-olah tenggelam dari cakrawala. Dengan pesta rakyat ini, diharapkan dapat membuka mata masyarakat dunia, khususnya Indonesia, melihat dan menikmati keindahan Kepulauan Banda, keramahtamahan warganya, dan kekayaan sejarahnya yang telah memberi warna unik pada budaya lokal.

"Banda pernah menjadi incaran bangsa Eropa karena rempah-rempah, terutama pala, sejak awal abad ke-12. Kejayaan rempah Banda menjadi sentral yang mengubah peta perdagangan dunia pada waktu itu. Kami menginginkan mengembalikan perhatian dunia ke Banda," ujar Habiba.

Dia menjelaskan, kegiatan ini diawali acara "Buka Kampung" dengan masing - masing desa menampilkan adatnya.

Berbagai pelatihan atau workshop diadakan baik untuk masyarakat lokal, maupun penduduk Maluku. Berbagai organisasi seni di Indonesia akan ikut terlibat untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan, seperti Asosiasi Sketsa Indonesia, Paper Moon Puppet (Yogyakarta), Tobucil (Bandung), dan Annie Sloman (Yogyakarta) untuk pelatihan akrobatik jalanan.

Di bidang bahasa, dilakukan pelatihan Penulisan Kreatif. Bidang musik diadakan pelatihan merupakan kerja sama antara Glenn Fredly dengan beberapa organisasi lokal yang selama ini melakukan kegiatan untuk anak dan remaja.

Begitu pula workshop dengan tujuan meningkatkan SDM masyarakat lokal. Setelah mereka mengikuti workshop diharapkan menciptakan atraksi baru.

Nanti orang ke Banda bukan cuma lihat museum sejarahnya karena ada teater boneka, kru membatik, workshop menulis pendek dan pelatihan foto.

Pemprov Maluku telah berkoordinasi dengan PT. Pelni, Garuda Indonesia Air Lines dan penyedia kapal penyeberangan serta maskapai Perintis menambah frekuensi pelayaran dan penerbangan dari Ambon ke Banda Neira, dan sebaliknya.

Ratusan kamar dari kelas homestay hingga hotel dan restoran di empat pulau besar telah dipersiapkan untuk menampung tamu.

"Kami menargetkan 750 wisatawan mancanegara dan 500 wisatawan domestik akan menghadiri selama Pesta Rakyat Banda 2017," tandas Habiba.