Presiden Berhalangan Hadiri Festival Pesona Meti Kei

Ambon, 17/10 (Antara Maluku) - Presiden Joko Widodo berhalangan menghadiri puncak Festival Pesona Meti Kei II di kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual pada 22 Oktober 2017.

Kadis Pariwisata Maluku, Habiba Saimima, dikonfirmasi, Selasa, mengatakan, Kepala Negara memiliki agenda kenegaraan yang padat dan tidak bisa meninggalkan ibu kota negara.

"Presiden Jokowi mengarahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arief Yahya untuk menghadiri pembukaan Festival Pesona Meti Kei II yang ternyata juga berhalangan," ujarnya.

Karena itu, Sekretaris Menteri (Sesmen) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ukus Kuswara ditugaskan membuka Festival Pesona Meteri Kei II.

Sesmen dijadwalkan tiba di Ambon, ibu kota provinsi Maluku pada 21 Oktober 2017, selanjutnya memanfaatkan jasa penerbangan ke Langgur, ibu kota kabupaten Maluku Tenggara.

"Kami sudah menyampaikan halangan Presiden Jokowi kepada Gubernur Maluku, Said Assagaff maupun Bupati Maluku Tenggara, Anderias Rentanubun serta panitia pelaksana," kata Habiba.

Dia mengakui, Festival Pesona Meti Kei, Festival Budaya Banda, kabupaten Maluku Tengah ( 11 Oktober - 11 November 2017) dan lainnya diarahkan untuk mendukung Maluku sebagai destinasi pariwisata nasional.

"Maluku yang 92,4 persen dari wilayahnya seluas 705.645 KM2 adalah laut dengan 1.340 pulau memiliki pesona wisata yang memiliki keunggulan komparatif sehingga melalui berbagai event pariwisata dimanfaatkan untuk mempromosikannya guna menafrik minat wisatawan berkunjung ke daerah ini," kata Habiba.

Sebelumnya, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Roy Rahajaan, mengemukakan, berbagai sarana dan prasarana untuk suksesnya event promosi pariwisata di kabupaten dengan julukan larvul ngabal itu, termasuk tempat nginap Presiden sedang disiapkan.

Kehadiran Presiden dijadwalkan akan meresmikan Rumah Adat Rashchtaap Ohoilim Tahit di Ohio (Desa) Faan sekaligus pencanangan ohoi Tanimbar Kei sebagai ohoi Pancasila.

Presiden Jokowi juga diagendakan mendapat gelar penghormatan dari masyarakat setempat sebagai Dir U Hamwang atau jabatan pimpinan tertinggi.