Menteri Kelautan Janji Bangun Pulau-Pulau Kecil
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad berjanji mendukung pembangunan dan pengembangan ekonomi masyarakat pulau-pulau kecil yang hingga saat ini belum banyak disentuh.
Wartawan ANTARA di Banda Naira melaporkan, Fadel menyatakan hal itu di hadapan tokoh adat dan tokoh masyarakat Banda yang berkumpul di tepi laut untuk menyambut kedatangan kapal-kapal layar peserta “yacht rally” yang merupakan rangkaian kegiatan “Sail Banda 2010″ pada Rabu.
“Pulau tidak akan tumbuh kalau ekonominya tidak berkembang. Kita akan bantu menggerakannya,” katanya pada acara yang dihadiri antara lain Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu.
Ia mengatakan, dalam hal ini pihaknya sudah mulai menyiapkan peta jalan pembangunan Kepulauan Banda. “Kita sudah turunkan tim untuk melihat apa yang dibutuhkan di sini. Kita akan kasih bantuan,” katanya.
Rencananya, kata dia, pemerintah akan membantu nelayan meningkatkan nilai tambah produk perikanan yang dihasilkan dengan membangun fasilitas penyimpan dingin dan pengolahan hasil perikanan.
“Tahun 2011 rencananya akan direalisasikan. Kita sudah sampaikan ini kepada Presiden,” katanya.
Meski sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan dan potensi sumber daya perikanannya tinggi namun sampai sekarang belum ada fasilitas penyimpanan dingin dan sarana pengolahan produk perikanan di Kepulauan Banda.
Nelayan di wilayah kepulauan itu umumnya menjual hasil tangkapannya langsung kepada pengumpul saat kapal mereka masih di laut.
Tidak tersedianya fasilitas pendingin untuk menyimpan tangkapan ikan membuat mereka mau tidak mau harus menjual hasil tangkapannya langsung setelah selesai melaut sehingga kadang mereka tidak punya posisi tawar tinggi dalam transaksi penjualan.
Pompa bensin pun tidak ada di pulau Banda Naira. Nelayan dan pemilik kendaraan membeli bahan bakar minyak eceran dari pedagang yang membeli bahan bakar dari Masohi. Di Banda Naira, bensin dijual seharga Rp7.000 per liter.
Selain itu akses menuju ke pulau juga masih terbatas. Pada hari biasa, paling banyak dalam sepekan hanya ada satu penerbangan dari Ambon ke Banda sedangkan kapal penumpang hanya datang ke pulau itu setiap dua pekan.
“Pesawat juga kadang baru datang dua minggu atau tiga minggu. Ke sini sulit, jadi tidak banyak lagi orang datang ke sini,” kata Muznah Baadilla, pedagang makanan di samping pelabuhan.
OnlyWire
Berita oleh: ANTARA News Indonesia pada 28 July, 2010 - 22:49:37 WIB dibawah rubrik Maluku.









































![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://www.antaramaluku.com/wp-content/themes/antaramaluku/images/valid-rss-rogers.png)


Komentar