Ditjen KP3K Verifikasi Desa Penerima Bantuan IFAD

Ambon (Antara Maluku) - Pihak Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan  memverifikasi sembilan desa di Kota Ambon yang akan menerima bantuan IFAD (International for Agricultural Development).

"Bantuan IFAD ini merupakan program pemberdayaan  masyarakat pesisir untuk mengentaskan kemiskinan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Ambon Piet Saimima, di Ambon, Senin.

IFAD adalah badan khusus PBB yang berfungsi mendanai pembangunan pertanian di sejumlah negara.

Bantuan tersebut bertujuan untuk menanggulangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan untuk masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

"Selain itu juga meningkatkan pendapatan rumah tangga masyarakat pesisir khususnya di bidang kelautan dan perikanan," katanya.

Ia mengatakan, sembilan desa tersebut berada di tiga kecamatan, yakni Desa Hutumuri, Kilang dan Hukurilla di Kecamatan Leitimur Selatan.

"Selain itu, Desa Laha, Tawiri dan Hative Besar di Kecamatan Teluk Ambon, serta Desa Latuhalat, Silale dan Urimessing di Kecamatan Nusaniwe," katanya.

Menurut dia, pejabat Ditjen KP3K telah meninjau dan memverifikasi sembilan desa itu, dan diharapkan desa-desa tersebut  menerima bantuan IFAD.

Program IFAD  berupa penyediaan modal usaha, pembagunan kedai pesisir yang menjual alat perikanan, stasiun pengisian bahan bakar, jalan setapak dan pembangunan perumahan untuk nelayan.

"Program ini bermanfaat bagi masyarakat pesisir di desa atau kelurahan dengan tingkat kemiskinan di atas 20 persen," katanya.

Piet mengatakan, Pemkot Ambon khususnya DKP mendorong agar sembilan desa tersebut lolos hasil verifikasi penerima program bantuan itu.

"Kami proaktif menyediakan data yang dibutuhkan terkait program tersebut, yakni ketersediaan lahan, data tingkat kemiskinan, aktivitas nelayan dan jumlah keluarga nelayan," ujarnya.

Ia mengatakan, hasil verifikasi akan diperoleh paling lambat awal Desember 2011, sedangkan kegiatannya direncanakan berlangsung akhir 2012.

"Hasil verifikasi bisa diketahui pada awal Desember dan diharapkan sembilan desa ini lolos seleksi dan programnya dapat berlangsung akhir 2012. Sedangkan pada 2013 akan ditambah enam desa baru," kata Piet Saimima.