Pengelolaan SMA Unggulan Siwalima ke Pemprov

Ambon (Antara Maluku) - Pemerintah kota Ambon akhirnya menyetujui rencana penyerahan pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan Siwalima kepada Pemerintah Provinsi Maluku.

"Sudah ada kesepakatan untuk melakukan pengalihan pengelolaan SMA Siwalima dari Pemkot Ambon ke Pemprov Maluku," kata ketua komisi D DPRD Maluku, Suhfi Madjid di Ambon, Kamis.

Penyerahan aset dan tenaga pengajar lewat berita acara resmi antara Gubernur dengan Wali kota dijadwalkan berlangsung tanggal 1 Februari 2012.

Menurut Suhfi, pertimbangan pengalihan pengelolaan SMA unggulan itu normatif, karena di dalam beberapa regulasi yang berhubungan dengan pengelolaan Rintisan Sekolah Berbasis Internasional (RSBI) merupakan kewenangan provinsi.

Regulasi itu antara lain Peraturan Pemerintah RI nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, kemudian PP nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta PP nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.

Selain itu, juga didukung peraturan Kementerian Pendidikan Nasional nomor 78 tahun 2009 tentang penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, yang menegaskan bahwa RSBI dan SBI berada di bawah pengelolaan Pemprov.

Suhfi menyatakan, studi banding juga telah dilakukan pihak Diknas di Pemkot Ambon bersama Disdikpora Maluku untuk melihat model pengelolaan RSBI di berbagai provinsi, dan kenyataannya seluruh RSBI di daerah lain justeru telah dikelola Pemprov.

Jumlah guru di SMA Siwalima saat ini sebanyak 51 pengajar, 24 di antaranya telah lolos seleksi yang dilakukan Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku.

Diknas Kota Ambon dan Disdikpora Maluku juga akan berkomunikasi dengan para guru tersebut untuk mempertegas status mereka, apakah tetap menjadi pegawai Pemkot atau mau dialihkan ke pegawai provinsi terkait pengalihan status pengelolaan sekolahnya.

Suhfi menambahkan, sekolah ungulan itu juga menghadapi masalah kekurangan tenaga guru, karena tenaga 51 guru yang tersedia hanya 24 orang yang lolos seleksi.

"Karena itu, setelah ujian nasional nanti akan dilakukan seleksi terhadap guru yang mengabdi di SMA Siwalima," katanya.

"DPRD juga te;ah menyetujui pemberian subsidi Rp4,5 miliar ke sekolah tersebut tahun ini," tambahnya.