Presiden Tanyakan Kondisi "Waduk" Wai Ela

Ambon (Antara Maluku) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menanyakan kondisi "waduk" di Sungai Wai Ela yang terbentuk akibat longsoran di Gunung Ulakhatu, Desa Negeri lima, Kecamatan Leihitu, Pulau Ambon pada 13 Juli 2012.

"Kepala Negara menelepon kami pada 18 Oktober 2012 untuk menanyakan ancaman kemungkinan bobolnya 'waduk' tersebut," kata Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, di Ambon, Selasa.

Ia mengatakan dirinya ditelepon Presiden setelah menerima laporan Menteri PU Djoko Kirmanto pada 17 Oktober 2012.

"Presiden Yudhoyono menanyakan kondisi 'waduk' itu terkait upaya penanganan, baik tanggap darurat hingga jangka panjang yang perlu ditangani secara lintas sektoral," katanya.

Dalam perbincangan per telepon itu, Kepala Negara mengarahkan langkah-langkah penanganan yang strategis dengan melibatkan berbagai  komponen bangsa, termasuk TNI dan Polri agar sinergis dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam itu.

Oleh karena itu, koordinasi Pemprov Maluku, Balai Wilayah Sungai Maluku, dan Pemkab Maluku Tengah yang wilayahnya membawahi Desa Negeri Lima, serta TNI dan Polri perlu diintensifkan dengan kesepakatan membentuk Satuan Tugas Penanganan Bencana Natural Dam Wai Ela.

Satuan Tugas ini dikomandani Danrem 151/Binaya, Kolonel Inf. Asep Kurnaedi dengan melibatkan Polri, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), baik Pemprov Maluku maupun Pemkab Maluku Tengah.

Untuk penanganan pembangunan fisik ditangani Balai Wilayah Sungai Maluku.

Begitu pun, upaya kesiapan bila sewaktu-waktu terjadi bencana ditangani dengan APBD, baik Pemprov Maluku maupun Pemkab Maluku Tengah.

Gubernur memastikan dirinya dan Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal telah meninjau "waduk" di Sungai Wai Ela, termasuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Negeri Lima terkait ancaman kemungkinan bobolnya kawasan tersebut yang didesain menjadi natural dam pada 11 Oktober 2012.

Bahkan, ada sirene untuk peringatan bila debit air di "waduk" melampaui tebingnya sehingga meluap.

Balai Wilayah Sungai Maluku juga telah memasang empat unit pompa air di "waduk" guna mengantisipasi bertambahnya debit air.

Saat ini, ketinggian debit air dari dasar "waduk' mencapai 81 meter, sedangkan rembesan air sebanyak 39 titik, menyusul awalnya hanya delapan titik.

Longsoran material dari gunung Ulak Hatu  yang membentuk "waduk" besar di bagian hulu sehingga air sungai Wai Ela, Desa Negeri Lima tertampung berdasarkan pengukuran tim dari Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU memiliki ketinggian 250 meter dengan 87 juta meter kubik air saat ini tertampung.

Oleh karena itu, Pemprov Maluku berdasarkan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemkab Maluku Tengah, dinas teknis serta Balai Wilayah Sungai Maluku, maka diputuskan warga Desa Negeri Lima harus direlokasi.

Penduduk Desa Negeri Lima tercatat lebih dari 800 kepala keluarga atau 4.800 jiwa.