Unpatti Prihatinkan Penggunaan Mercuri di Gunung Botak

Ambon (Antara Maluku) - Pusat Studi Lingkungan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon memprihatinkan ancaman bahaya dan dampak penggunaan mercuri untuk kegiatan penambangan emas di kawasan Gunung Botak, kecamatan Wamsait dan sekitarnya, Kabupaten Buru.

"Bila tidak diantisipasi sejak dini, maka ancaman bahaya mercuri berbahaya untuk kelestarian lingkungan maupun kesehatan masyarakat di Buru," kata Ketua Pusat Studi Lingkungan (PSL) Unpatti Ambon, Abraham Tulalessy di Ambon, Selasa.

Menurut dia, limbah mercuri yang tidak dikelola baik akan merusak tanaman masyarakat termasuk lingkungan di daerah itu.

Asap sisa pembakaran bahan logam mulia itu juga sangat berbahaya bagi kesehatan orang yang menghirupnya.

Sehubungan itu, Tulalessy menyarankan perlunya dibangun kolam penampung limbah agar tidak mengalir ke daerah aliran sungai maupun kawasan di luar lokasi penambangan.

"Rasanya Pemprov Maluku dan Pemkab Buru tidak boleh tutup mata terhadap ancaman bahaya penggunaan mercuri, sehingga harus ada langkah - langkah strategis untuk mengantisipasi dampak dari penambangan emas di kawasan Gunung Botak," kata Tulalessy.

Mengaku telah meninjau kawasan Gunung Botak, ia berpendapat penambangan emas telah merugikan pemilik lahan karena pendapatan yang tidak sebanding dengan para penggali, selain praktik pembelian dalam kapasitas kilo gram (Kg) dengan timbangan tidak intensif ditera ulang oleh Disperindag Buru.

Tulalessy berharap tim bentukan Pemprov Maluku dan Unpatti Ambon sesegera mungkin mengeluarkan rekomendasi atas hasil penelitian dampak penambangan emas di Gunung Botak, untuk dilakukan langkah penanganan sejak dini.

Para petani di dataran Waeapu, kata dia, saat ini mengeluhkan ancaman pencemaran terhadap sawah maupun ternak mereka akibat aktivitas penambangan emas di Gunung Botak.