Pengamat: Hukuman Pengedar Narkoba Jangan Pilih Kasih

Ambon (Antara Maluku) - Pengamat masalah hukum Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Dr Ismael Rumadhan, MH menyatakan, ancaman hukuman mati terhadap oknum pengedar narkoba jangan pilih kasih.

"Saya mendukung ancaman hukuman mati kepada pengedar narkoba, namun hendaknya jangan pilih kasih dalam menerapkannya, karena kenyataan masih menunjukkan praktek tersebut," kata Dr Ismael Rumadhan ketika dimintai tanggapan, Jumat.

Ia mengatakan, sikap pilih kasih sering terjadi jika pengedar narkoba itu didukung oknum aparat keamanan, baik personil TNI, Polri, Jaksa serta pengusaha maupun politisi dengan dana besar untuk mendalangi, sekaligus mengendalikan peredarannya.

"Oknum tersebut adalah penjahat 'kelas kakap' jadi wajar sekiranya dihukum mati," tandas Dr Ismael Rumadhan.

Oleh karena itu, Pembantu Rektor III IAIN Ambon itu menginginkan, aparat penegak hukum juga harus tegas dalam memutuskan perkara narkoba dengan tidak melakukan praktek "tebang pilih".

"Rasanya penegakan hukum di Indonesia harus ada perubahan mendasar karena sering dibarengi kepentingan dari oknum petinggi, baik pejabat negara, aparat keamanan, politisi maupun pengusaha karena 'mengatur' vonis dengan mengandalkan kekuasaan atau uang," tegas Ismael.

Sedangkan terhadap pengguna dari kalangan generasi muda diminta adanya perhatian serius dari pemerintah dalam mendorong dan memfasilitasi program rehabilitasi.

"Umumnya mereka terjerumus karena jiwanya masih labil dan ingin mencoba-coba. Karena itu perlu digalakkan program rehabilitasi untuk menyelamatkan masa depan mereka," ujar Ismael Rumadhan.